Jakarta, CNBC Indonesia — Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (9/6/2026), meski tekanan terhadap mata uang Garuda mulai terlihat lebih terbatas dibandingkan beberapa hari sebelumnya.
Melansir data Refinitiv, rupiah pada pukul 09.07 WIB berada di level Rp18.160/US$, melemah tipis sekitar 0,06% dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp18.170/US$. Sepanjang awal perdagangan, rupiah sempat bergerak pada rentang Rp18.150-18.160/US$.
Pelemahan rupiah terjadi di tengah posisi dolar AS yang masih relatif kuat setelah sebelumnya mendapatkan dukungan dari data ekonomi Amerika Serikat yang solid dan meningkatnya permintaan aset safe haven akibat ketidakpastian geopolitik global.
Meski demikian, tekanan terhadap rupiah pada pagi ini tampak tidak sebesar beberapa sesi sebelumnya. Hal ini sejalan dengan sentimen domestik yang mulai membaik setelah muncul sinyal penguatan koordinasi fiskal dan moneter pemerintah bersama Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas pasar keuangan.
Di sisi lain, pasar juga masih mencermati perkembangan geopolitik global, khususnya konflik di Timur Tengah yang masih menjadi faktor utama pembentuk sentimen risk-off di pasar keuangan global.
Sementara itu, pergerakan rupiah pagi ini juga terjadi beriringan dengan rebound pasar saham domestik, di mana IHSG pada awal perdagangan tercatat menguat lebih dari 1%, mengindikasikan mulai kembali masuknya minat risiko investor ke aset domestik.
(mkh/mkh)
Addsource on Google

2 hours ago
2

















































