Riset: 73% Perempuan RI Alami Gangguan Pigmentasi, Termasuk Flek Hitam

2 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Masalah pigmentasi ternyata menjadi salah satu persoalan kulit yang paling banyak dialami perempuan Indonesia. Riset yang dipaparkan L'Oréal Indonesia menunjukkan, sekitar 73% perempuan Indonesia mengalami setidaknya satu gangguan pigmentasi, mulai dari flek hitam, warna kulit tidak merata, hingga melasma.

Head of Research and Innovation L'Oréal Indonesia, Akash Tiwari mengatakan, pigmentasi menjadi salah satu dari lima masalah kulit terbesar yang dihadapi masyarakat Indonesia. Kondisi tersebut juga menjadi perhatian L'Oréal dalam mengembangkan riset perawatan kulit.

"Kami memiliki lebih dari 73% perempuan Indonesia yang menderita gangguan pigmentasi. Ini merupakan masalah yang sangat besar dan menjadi salah satu dari lima masalah terbesar yang kami hadapi. Bahkan secara global, ini juga merupakan isu yang sangat besar," kata Akash dalam sesi pemaparan Research & Innovation L'Oréal Indonesia di acara House of Beauty Hyper Brand Day oleh L'Oreal Grup dan Shopee, Kamis (25/6/2026).

Akash mendata, gangguan pigmentasi yang banyak ditemukan pada masyarakat Indonesia meliputi hiperpigmentasi pada area ketiak (35%), hiperpigmentasi pascaperadangan atau post-inflammatory hyperpigmentation (25%), melasma (12%), hiperpigmentasi di sekitar mata (25%), serta solar lentigo dan seborrheic keratosis (33%).

Akash juga menekankan, masih banyak masyarakat yang menganggap melanin sebagai penyebab utama munculnya flek hitam. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Ia menjelaskan, melanin sebenarnya merupakan mekanisme pertahanan alami kulit terhadap paparan sinar ultraviolet (UV). Persoalan baru muncul ketika melanin diproduksi secara berlebihan akibat paparan sinar matahari atau kerusakan kulit.

"Melanin bukanlah penjahat. Melanin adalah mekanisme perlindungan alami kulit terhadap sinar UV. Yang menjadi masalah adalah ketika melanin diproduksi dalam jumlah berlebihan akibat agresi dari luar seperti paparan UV atau kerusakan kulit. Kondisi inilah yang kemudian memicu munculnya dark spots dan warna kulit yang tidak merata," jelasnya.

Akash bilang, selama lebih dari 35 tahun L'Oréal telah melakukan riset mengenai pigmentasi kulit. Perusahaan juga mengembangkan berbagai inovasi untuk mengatasi produksi melanin berlebih tanpa mengganggu fungsi alami kulit sebagai pelindung terhadap sinar matahari.

Selain pigmentasi, paparan sinar matahari tropis juga menjadi tantangan bagi kesehatan kulit masyarakat Indonesia. Ia bilang, paparan sinar UV dapat memicu kulit menjadi lebih gelap (tanning), munculnya bintik hitam akibat sinar matahari (sun spots), bekas jerawat yang sulit memudar, kulit kering, hingga penuaan dini.

Oleh sebab itu, Akash sebagai periset L'Oréal Indonesia menekankan pentingnya perlindungan kulit dari paparan sinar matahari, tidak hanya bagi pemilik kulit terang, tetapi juga mereka yang memiliki warna kulit lebih gelap. Sebab, seluruh jenis kulit tetap berisiko mengalami kerusakan akibat radiasi UV.

(miq/miq)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |