RI Mulai Proyek Sampah Jadi Listrik, Teknologinya Teruji di 50 Negara

5 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya, Bali akan menggunakan teknologi yang telah terbukti berhasil di berbagai negara.

Ia mengklaim bahwa teknologi tersebut telah digunakan di sekitar 50 negara dan mampu mengolah seluruh jenis sampah, baik sampah baru maupun sampah lama.

"Teknologi yang kita pakai ini adalah teknologi yang sudah proven, yang sudah terbukti di 50 negara Dan ini adalah teknologi yang bisa mengambil semua sampah yang ada Mau sampah baru, mau sampah lama bisa diserap, bisa diambil," kata dia dalam acara Peresmian Pembangunan Fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bali, Rabu (8/7/2026).

Pihaknya sendiri telah meninjau langsung sejumlah fasilitas pengolahan sampah menjadi energi di beberapa negara, seperti China dan Jepang. Adapun, dari kunjungan tersebut, ia melihat fasilitas PSEL beroperasi dengan kondisi yang bersih dan tidak menimbulkan bau.

"Di China itu di tengah pemukiman elit, seperti di Pondok Indahnya Di tengah-tengahnya itu ada PSEL nya, karena bersih, tidak ada bau sama sekali bahkan dibelakangnya dibikin taman bacaan dan rekreasi untuk anak-anak," kata dia.

Oleh sebab itu, ia berharap proyek serupa di Indonesia dapat mengubah pandangan masyarakat terhadap fasilitas pengelolaan sampah. Selama ini, fasilitas pengolahan sampah kerap dianggap identik dengan lingkungan yang kotor, berbau, dan dihindari masyarakat.

"Justru nanti kalau ini sudah jadi itu akan merubah cara pandang, cara kita melihat pengelolaan sampah itu Karena saya yakin ini akan bersih, tidak bau Dan juga justru akan menjadi salah satu tempat untuk bisa dipelajari, dikunjungi Dan bisa menjadi, kalau saya bilang tempat berguna lainnya untuk taman baca atau rekreasi," kata Rosan.

Sebagaimana diketahui, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia resmi memulai pembangunan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Denpasar Raya, Bali, yang ditandai dengan penandatanganan Power Purchase Agreement (PPA) sekaligus peresmian proyek pada Rabu (8/7/2026).

Pembangunan PSEL ini merupakan tindak lanjut dari terbitnya Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan Melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.

Kelak, proyek PSEL di Bali ini ditargetkan mampu mengolah lebih dari 500 ribu ton sampah per tahun, atau lebih dari 40% timbulan sampah di Bali. Proyek ini juga diproyeksikan mampu mengurangi emisi dari tempat pemrosesan akhir (TPA) hingga 80% serta menekan emisi karbon sekitar 640 ribu ton C02 per tahun.

"Dari sisi energi inisiatif ini akan menghasilkan energi hijau yang dapat menyuplai kebutuhan sekitar 100 ribu rumah masyarakat Bali. Dan inisiatif ini bernilai 3 triliun, diperkirakan menciptakan 1.200 lapangan kerja hijau serta mengurangi kebutuhan lahan TPA sekitar 80%," terang Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir, Rabu (8/7/2026).

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |