Jakarta, CNBC Indonesia - Muncul fenomena baru yang menunjukkan sengitnya persaingan antara Amerika Serikat (AS) dan China di sektor teknologi kecerdasan buatan (AI). Perusahaan-perusahaan AS mulai meninggalkan model-model AI unggulan dari Anthropic dan OpenAI.
Mereka kompak 'kabur' ke model-model AI buatan China seperti Zai dan DeepSeek. Menurut dara OpenRouter, terjadi peningkatan signifikan dalam penggunaan token model-model asal China oleh perusahaan-perusahaan AS. Pangsa pasarnya meningkat di atas 30% setiap minggunya sejak 8 Februari 2026, dan mencapai angka tertinggi sebesar 46%.
"Model-model AI China sangat menarik bagi perusahaan-perusahaan AS saat ini, seiring meningkatkan biaya AI [untuk model-model buatan AS]," kata Kyle Chan, rekan peneliti di John L. Thornton China Center di lembaga think tank Brookings, dikutip dari CNBC International, Rabu (8/7/2026).
"Sebelumnya, perusahaan-perusahaan AS memprioritaskan adopsi AI, kini mereka lebih sadar dengan biaya yang harus dikeluarkan," ia menambahkan.
Amerika Panik Langsung Bertindak
Meningkatnya penggunaan model AI buatan China mendapat respons negatif dari pemangku kebijakan di AS. Dua komite DPR AS sedang melakukan penyelidikan terkait tren tersebut.
"Maraknya penggunaan model AI China oleh perusahaan-perusahaan AS menimbulkan kekhawatiran serius," ujar juru bicara Departemen Luar Negeri AS kepada CNBC International.
"Model-model AI tersebut dirancang untuk memajukan narasi Beijing, menyensor perbedaan pendapat, serta mencerminkan ideologi dan nilai-nilai Partai Komunis China," ia menambahkan.
Juru bicara Kedutaan Besar Republik Rakyat China di Inggris menyatakan pihaknya menentang tuduhan tak berdasar dan fitnah jahat terhadap pengembangan AI-nya. "Sektor AI China yang berkembang pesat dibangun di atas kemandirian serta kekuatan sains dan teknologi," katanya.
Para pembuat kebijakan AS sedang mempertimbangkan cara untuk membatasi makin maraknya penggunaan model AI buatan China oleh perusahaan-perusahaan dalam negeri, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik terkait penerapan AI.
AI muncul sebagai titik persaingan utama antara AS dan China, di mana kedua negara saling berlomba untuk mencapai keunggulan di bidang tersebut.
Model-model AI asal China makin diminati oleh perusahaan-perusahaan AS karena mampu memperkecil kesenjangan kinerja dibandingkan pesaing dari AS, sekaligus menawarkan biaya penggunaan yang lebih rendah.
Pada April lalu, pemerintahan Trump menuduh entitas-entitas China melakukan "kampanye berskala industri" untuk meniru sistem AI AS, dan menyatakan akan menjajaki cara untuk meminta pertanggungjawaban pihak asing.
Sementara itu, Beijing dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk membatasi akses luar negeri terhadap model-model AI unggulan China, menurut laporan Reuters.
(fab/fab)
Addsource on Google

2 hours ago
4

















































