RI Bangun Tambak Udang Raksasa Seukuran 2.150 Lapangan Bola di Sini

5 hours ago 6

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membeberkan progres pembangunan kawasan tambak udang terintegrasi skala besar di Desa Palakahembi dan Kelurahan Watumbaka, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Proyek ini digadang-gadang menjadi modeling tambak udang terbesar di Indonesia sekaligus penanda arah pembangunan sektor perikanan budidaya yang tak lagi terpusat di Pulau Jawa.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, TB Haeru Rahayu mengatakan saat ini pembangunan tambak udang dengan luas total mencapai 2.150 hektare (setara 22.150 lapangan bola) dan investasi total Rp 7,2 triliun tersebut masih berprogres dan per 31 Maret 2026, petak-petak kolam untuk tambak udang sudah mulai dibentuk. 

"Saat ini sudah mulai proses pembangunan petakan-petakan tambak udang, didesain oleh tim yang sudah kami tunjuk dan cukup mumpuni di bidangnya, sehingga aspek keberlanjutan nanti ini menjadi sangat penting," kata Haeru dalam konferensi pers, Rabu (1/4/2026).

Haeru menambahkan dalam dua tahun, pembangunan tambak udang tersebut bisa selesai dan dapat beroperasi.

"Kita memang merencanakan ini tidak cuma sebulan, karena membangun tambak ini jumlahnya cukup banyak, kita harapkan dalam dua tahun bisa kita tuntaskan, di tahun depan insya Allah sudah ada yang bisa kita operasionalkan," lanjutnya.

Ia juga akan melakukan percepatan agar pembangunan tambak tersebut bisa selesai dalam waktu yang telah ditentukan.

Konferensi pers update pembangunan kawasan tambak Waingapu, NTT, Rabu (1/4/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)Foto: Konferensi pers update pembangunan kawasan tambak Waingapu, NTT, Rabu (1/4/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)
Konferensi pers update pembangunan kawasan tambak Waingapu, NTT, Rabu (1/4/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)

"Kita ingin lakukan percepatan-percepatan, ini yang sedang kami konsultasikan, kami diskusikan dengan kawan-kawan konsorsium yang memang sudah diberikan mandat untuk melakukan pembangunan ini," jelasnya.

Adapun terkait dua klaster yang akan beroperasi tahun ini, dari 12 klaster yang disiapkan, pihaknya belum dapat memberikan kepastian waktunya, karena masih bersifat sementara.

"Sebetulnya di kontraknya itu 3 tahun. Tetapi Pak Presiden (Prabowo) minta kepada Pak Menteri KKP, ini untuk dilakukan percepatan-percepatan. Kami sedang push menjadi 2 tahun. Doakan mudah-mudahan kami bisa mengawal ini dengan baik. Desain awal memang tadinya 2 kluster dulu kita jalankan, tetapi ini masih sangat, masih temporary begitu. Kami kalau bisa semuanya selesai, begitu akan jauh lebih baik tentunya," terangnya.

Dalam pembangunan tambak udang tersebut, ada delapan denah yang akan dibangun, mulai dari jaringan pipa air laut ke kolam tambak udang hingga area penggunaan lainnya. Pertama, jaringan pipa intake air laut ke kolam tambak seluas 62 hektare (ha), di mana progresnya sudah mencapai 4,56%, terdiri atas intake head, jaringan pipa intake, dan rumah pompa serta reservoir. Kedua yakni pipa transmisi, saat ini pembangunannya belum dilakukan. Ketiga yakni tandon penyimpanan dan pengolahan air seluas 46 ha, progresnya mencapai 3,38%.

Keempat, kawasan budi daya seluas 723 ha, di mana progresnya mencapai 58,31%. Nantinya, kawasan ini memiliki 12 klaster kolam pemeliharaan, 192 tandon klaster, 48 IPAL tambak, dan fasilitas lainnya. Kelima yakni IPAL atau sistem pengolahan limbah kawasan seluas 60 ha, progresnya mencapai 4,41%. Keenam fasilitas kawasan penghijauan seluas 339,4 ha, sudah mencapai 24,94%. Ketujuh kawasan industri pendukung seluas 60 ha, sudah mencapai 4,41% Terakhir, area penggunaan lainnya seluas 724 ha, masih belum terbangun.

(chd/wur)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |