Jakarta, CNBC Indonesia - Maskapai Qantas berencana meluncurkan penerbangan yang diklaim sebagai penerbangan komersial langsung (nonstop) terpanjang di dunia pada Oktober 2027. Penerbangan tersebut menghubungkan Sydney dan London dengan waktu tempuh diperkirakan mencapai 22 jam.
Maskapai penerbangan asal Australia ini mengumumkan bahwa penerbangan langsung antara kedua kota tersebut akan mulai beroperasi sebagai bagian dari inisiatif Project Sunrise. Proyek ini bertujuan untuk menghubungkan pantai timur Australia secara langsung dengan berbagai destinasi utama global.
Qantas meluncurkan armada pertamanya dari pesawat Airbus A350-1000ULR yang dikonfigurasi secara khusus di fasilitas manufaktur Airbus di Toulouse, Prancis. Pesawat tersebut telah dimodifikasi untuk perjalanan jarak sangat jauh (ultra-long-haul) dan dilengkapi tangki bahan bakar tambahan berkapasitas 20.000 liter, yang memungkinkannya terbang sejauh lebih dari 16.000 kilometer tanpa henti.
Rute Sydney-London ini akan menjadi layanan langsung pertama antara pantai timur Australia dan Inggris. CEO Qantas Group, Vanessa Hudson menjelaskan penerbangan ini akan memangkas waktu perjalanan hingga empat jam dibandingkan dengan rute penerbangan saat ini yang menggunakan sistem satu kali transit (satu stop).
"Sejak pertama kali kami menerbangi Kangaroo Route (Rute Kangguru) pada tahun 1947, di mana kami harus transit sebanyak tujuh kali dalam perjalanan menuju London, setiap generasi pesawat selalu berhasil memangkas satu titik transit dari perjalanan tersebut," ujar dia dikutip dari Fox Business, Sabtu (20/6/2026).
Peluncuran ini menandai pencapaian penting bagi Project Sunrise, inisiatif yang pertama kali diumumkan oleh Qantas pada 2017 lalu untuk menembus batas-batas perjalanan jarak jauh komersial.
Qantas menyatakan bahwa pesawat A350-1000ULR dirancang khusus untuk proyek ini dan akan mengangkut 238 penumpang yang terbagi dalam empat kelas kabin. Maskapai ini berencana untuk menerima pengiriman sebanyak 12 unit pesawat jenis tersebut.
Pihak maskapai mengonfirmasi bahwa tiket penerbangan langsung Sydney-London akan mulai dijual pada Februari 2027 sebelum layanan resmi diluncurkan pada akhir 2027.
Rute ini diperkirakan akan melampaui layanan langsung milik Singapore Airlines antara Singapura dan New York, yang saat ini masih memegang predikat sebagai salah satu penerbangan komersial berjadwal reguler terlama di dunia.
Menurut Qantas, berdasarkan penelitian terbaru sebanyak 70% warga Australia yang disurvei menyatakan bahwa mereka akan mempertimbangkan untuk memesan penerbangan langsung dengan durasi sepanjang itu. Di kalangan pelancong kelas premium, minat tersebut bahkan melonjak hingga 80%.
Adapun lebih dari 1,7 juta penumpang terbang menggunakan rute jarak jauh nonstop yang ada sejak tahun 2018. Termasuk layanan yang menghubungkan Perth dengan London, Roma, dan Paris.
Ke depannya, Qantas berencana untuk memperluas Project Sunrise di luar London. Maskapai ini mengonfirmasi bahwa rute Sydney ke New York akan menjadi rute berikutnya yang ditambahkan ke dalam jaringan mereka, dengan detail tambahan yang diperkirakan akan diumumkan tahun depan.
Saat ini, Qantas menyatakan bahwa para pilot, kru kabin, dan personel perawatan mulai menjalani pelatihan menjelang kedatangan pesawat dan pengoperasian resminya.
(hsy/hsy)
Addsource on Google

6 hours ago
5

















































