Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan, regulator pasar modal masih melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Global Index Provider Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait penyesuaian kebijakan free float pada saham-saham Indonesia.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, akan mengadakan pertemuan lanjutan pada tanggal 11 Februari 2026 dalam pembahasan teknis.
"Pertemuan lanjutan di level teknis Akan dilakukan kembali pada hari Rabu ini tanggal 11 Februari 2026," ujarnya di gedung BEI Jakarta, Senin (9/2/2026).
Ia menjelaskan, regulator pasar modal merespons secara lebih cepat nerbagai perhatian dari MSCI, khususnya terkait keterbukaan informasi free float dan struktur kepemilikan saham.
BEI telah mencermati masukan yang disampaikan oleh MSCI dan mengambil langkah responsif serta terukur. Pertemuan dengan MSCI telah dilakukan sejak tanggal 2 Februari 2026, kemudian tanggal 5 Februari SRO dan OJK telah mengirimkan proposal ke MSCI.
"Bursa Efek Indonesia dan KSEI juga telah mengajukan beberapa inisiatif kepada MSCI yang selaras dengan 8 rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar odal Indonesia yang kami targetkan akan dapat dipenuhi sebelum akhir April tahun 2026 ini," jelasnya.
Adapun inisiatif yang diajukan kepada MACI antara lain, penyempurnaan klasifikasi investor di KSEI dari 9 kategori yang ada di struktur SID menjadi 28 subkategori investor. "Guna menyediakan informasi struktur kepemilikan yang lebih rinci dan akurat," ucapnya.
Selanjutnya, perluasan keterbukaan informasi terkait dengan kepemilikan saham. Data pemegang saham tidak lagi pada kepemilikan di atas 5%, melainkan akan mencakup kepemilikan saham di atas 1% guna meningkatkan transparansi pasar.
Selain itu, peningkatan ketentuan minimum free float untuk mempertahankan status tetap menjadi perusahaan tercatat, dari saat ini sebesar 7,5% menjadi 15%.
"Ketentuan ini akan diterapkan secara bertahap. Dengan penetapan target antara pada setiap tahapannya, disertai pemantauan dan pendampingan berkelanjutan bagi perusahaan tercatat," tuturnya.
(fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
4
















































