Gelson Kurniawan, CNBC Indonesia
09 February 2026 14:20
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) kembali menutup tahun buku 2025 dengan kinerja yang sangat solid.
Bank pelat merah ini berhasil membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 56,29 triliun.
Angka ini merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah perseroan, naik tipis dibanding tahun sebelumnya yang tercatat Rp 55,78 triliun. Namun, sorotan utama tertuju pada total aset yang melonjak tajam menjadi Rp 2.829,95 triliun pada akhir 2025, tumbuh signifikan dari posisi Rp 2.427,22 triliun pada tahun 2024.
Jika membedah kinerja historisnya, terlihat jelas bagaimana ketahanan Bank Mandiri dalam menghadapi berbagai siklus ekonomi dalam satu dekade terakhir.
Kinerja Stabil Sebelum Pandemi (2016-2019)
Pada periode sebelum pandemi Covid-19 melanda, Bank Mandiri menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten dan stabil. Sejak tahun 2016, perseroan secara bertahap memperbaiki kualitas aset dan profitabilitasnya.
Tercatat pada tahun 2016, laba bersih BMRI berada di level Rp 13,81 triliun dengan total aset Rp 1.038,71 triliun. Manajemen terus menggenjot kinerja hingga pada tahun 2019-tepat sebelum pandemi-laba bersih berhasil menyentuh angka Rp 27,48 triliun.
Dalam rentang empat tahun ini (2016-2019), aset bank juga tumbuh sehat dari kisaran Rp 1.000 triliun menjadi Rp 1.411,24 triliun. Fondasi yang dibangun pada masa ini menjadi modal penting bagi bank dalam menghadapi badai ekonomi yang datang setelahnya.
Lonjakan Pasca Pandemi (2020-2025)
Memasuki tahun 2020, pandemi Covid-19 memberikan tekanan hebat. Laba bersih Bank Mandiri sempat terkoreksi dalam ke level Rp 17,12 triliun akibat kenaikan pencadangan risiko kredit.
Namun, strategi pemulihan manajemen terbukti sangat efektif. Pasca 2020, kinerja BMRI justru "mengamuk". Pada 2021, laba bersih langsung bangkit ke Rp 28,03 triliun, melampaui level pra-pandemi. Tren positif berlanjut pada 2022 dengan laba Rp 41,17 triliun, dan terus menanjak hingga stabil di kisaran Rp 55-56 triliun pada 2023 hingga 2025.
Dari sisi aset, percepatan terjadi lebih gila-gilaan pasca pandemi. Aset yang pada 2020 berada di Rp 1.541,96 triliun, melesat hampir dua kali lipat dalam lima tahun menjadi Rp 2.829,95 triliun di 2025. Hal ini menegaskan posisi Bank Mandiri sebagai salah satu bank dengan aset terbesar dan pemulihan paling cepat di industri perbankan nasional.
-
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(gls/gls)

2 hours ago
4
















































