Ramai Warga RI Nongkrong-Jajan di Nataru, Jadi Penyelamat Ekonomi 2025

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Pengusaha pusat perbelanjaan buka suara soal konsumsi rumah tangga pada kuartal IV-2025 yang ditopang oleh hotel dan restoran.

Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah mengatakan hal tersebut tidak terlepas dari naiknya aktivitas dan mobilitas di akhir 2025, tepatnya karena adanya liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

"Ini jadi bagus ya, karena di Nataru 2025/2026, pemerintah memberikan dukungan berupa event-event yang menarik pelanggan untuk ke mal," kata Budihardjo kepada CNBC Indonesia, dikutip Jumat (6/2/2026).

"Kalau dari peranan mal terhadap konsumsi, sangat jelas ada karena mal sekarang menjadi destinasi orang untuk seperti berkumpul, nongkrong, kerja (work from mall), dan lain sebagainya," lanjutnya.

Budihardjo menjelaskan, saat ini bisnis makanan dan minuman di mal sedang naik daun, sehingga turut membantu meningkatkan okupansi mal.

"Makanan dan minuman ini memang sedang bagus, baik yang di dalam mal maupun di luar mal," jelasnya.

Ia berharap kondisi ini berlanjut hingga setidaknya menjelang lebaran, di mana mal-mal mulai kembali bergeliat.

"Harapannya semakin baik, jika didukung oleh pemerintah, baik dengan mendukung acara menarik atau lainnya," terangnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi pada 2025 mencapai 5,11%, sedangkan konsumsi rumah tangga tumbuh di bawahnya yakni mencapai 4,98%. Angka ini tumbuh dari tahun sebelumnya yang mencapai 4,94%, dan tumbuh dari 2023 yang mencapai 4,83%.

"Konsumsi rumah tangga tumbuh seiring meningkatnya aktivitas dan mobilitas masyarakat," kata Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers, Kamis (5/2/2026).

Pertumbuhan konsumsi rumah tangga tertinggi terjadi pada pengeluaran kelompok restoran dan hotel sebesar 6,38%, seiring meningkatnya kegiatan wisata selama liburan yang tercermin dari peningkatan perjalanan wisatawan dalam negeri.

Kemudian, didorong juga oleh konsumsi transportasi dan komunikasi yang tumbuh tinggi sebesar 6,32%, juga didorong oleh meningkatnya mobilitas masyarakat dan stimulus di bidang transportasi, antara lain diskon tarif tol dan diskon tarif berbagai moda transportasi.

(dce)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |