Jakarta, CNBC Indonesia - NASA bersiap menguji pesawat baru yang terbang melebihi kecepatan suara tetapi tidak menimbulkan ledakan keras di daratan. Pesawat bernama X-59 QueSST ini dijadwalkan menjalani pengujian tingkat kebisingan pada akhir tahun 2026. Jika berhasil, penemuan ini dapat mengubah aturan penerbangan dunia dan mempersingkat waktu perjalanan udara secara drastis, dikutip dari laporan Gizmodo, Kamis (10/9/2026).
Selama ini pesawat yang melesat lebih cepat dari suara selalu menimbulkan gelombang kejut yang terdengar seperti ledakan dahsyat di bawahnya. Bunyi itu begitu kuat hingga dapat memecahkan kaca jendela dan mengagetkan penduduk di jalur penerbangan. Karena itulah pesawat supersonik dilarang terbang di atas wilayah daratan di hampir seluruh negara di dunia.
Pesawat X-59 dirancang dengan bentuk yang sangat unik agar gelombang kejut yang muncul saat terbang cepat tidak menumpuk menjadi satu bunyi ledakan. Hidung pesawat dibuat sangat panjang dan runcing, sementara sayapnya dirancang dengan bentuk khusus untuk memisahkan gelombang kejut menjadi beberapa lapisan yang lemah.
Hasilnya, bunyi yang terdengar di tanah bukan lagi ledakan yang menggelegar, melainkan bunyi yang sangat pelan dan samar.
NASA menyebutkan bahwa yang akan terdengar di permukaan bumi hanyalah bunyi pelan seakan pintu tertutup pelan, bukan suara gemuruh yang menggetarkan bangunan. Inilah yang menjadikan pesawat ini berbeda dari semua pesawat supersonik yang pernah dibuat sebelumnya.
Pada tahap uji coba yang akan dilakukan tahun ini, pesawat akan diterbangkan di atas wilayah tertentu untuk mengukur seberapa besar bunyi yang terdengar di bawahnya. Hasil pengukuran tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah Amerika Serikat dan lembaga penerbangan dunia untuk memutuskan apakah pesawat jenis ini boleh terbang di atas wilayah daratan secara umum.
Jika hasil uji coba membuktikan bahwa pesawat ini benar-benar cukup senyap, aturan yang melarang pesawat supersonik terbang di atas daratan dapat dicabut. Artinya, suatu hari nanti penduduk Bumi dapat terbang dari satu ujung benua ke ujung benua lain dalam waktu berjam-jam lebih singkat, tanpa lagi mendengar suara ledakan yang mengganggu di bawah.
(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]

7 hours ago
3
















































