Purbaya Beri Waktu Seminggu SKK Migas untuk Harga Gas Blok Masela

6 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberi waktu 1 minggu kepada Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) terkait kepastian harga gas dari proyek Lapangan Gas Abadi, Blok Masela, Maluku yang dioperatori oleh Inpex Masela Ltd.

Menurut Purbaya, pembahasan harga gas domestik masih belum final dan perlu pendalaman di internal pemerintah serta pelaku usaha.

Dalam rapat tersebut, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menjelaskan skema pemanfaatan gas Masela telah disepakati sebesar 70% untuk pasar domestik dan 30% untuk ekspor.

Namun, Purbaya menyoroti harga gas yang sampai ke industri masih berpotensi tinggi karena adanya margin penyalur. Bahkan, ia mempertanyakan apakah harga tersebut bisa ditekan agar industri memperoleh energi lebih murah dan tetap kompetitif.

"Berapa paling murah? Dengan skema sekarang paling murah berapa ke industri sampai level industri ya? Sudah Anda hitung tuh PGNnya?," ujar Purbaya.

Djoko menjelaskan, dengan harga hulu sekitar US$7-8 per MMBtu, harga ke industri berpotensi berada di kisaran US$ 8-9 per MMBtu. Saat ini, kata Djoko, harga gas industri di Jawa Barat bahkan bisa mencapai US$ 14 per MMBtu.

Menanggapi hal tersebut, Purbaya menegaskan penyalur tentu boleh mendapatkan keuntungan, namun tidak boleh berlebihan hingga membebani industri nasional.

"Boleh ambil untung tapi jangan terlalu gede lah. Tapi biar alasannya ditargetkan sama Danantara, untungannya harus lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Wah kalau gitu industri kita nggak bisa hidup. Kalau industri nggak hidup saya nggak mau mikirin tuh endingnya bodo amat," ujarnya.

Maka dari itu, Purbaya memutuskan untuk memberi waktu satu minggu bagi SKK Migas untuk melakukan diskusi secara internal dan kembali membawa angka yang lebih jelas sebelum pemerintah mengambil keputusan.

"Coba diskusi seminggu ya, Anda di internal seminggu, nanti kita meeting seminggu kita putusin langsung, untuk ini jadi clear, nggak usah ada macam-macam lagi," ujarnya

(pgr/pgr)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |