Purbaya Bakal Gelontorkan Insentif! Saham Kapal Dapat Durian Runtuh

2 hours ago 1

Susi Setiawati,  CNBC Indonesia

12 February 2026 10:30

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham sektor perkapalan kembali mendapat katalis positif setelah Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan komitmen untuk menyiapkan berbagai insentif bagi industri galangan kapal.

Industri galangan kapal dinilai memiliki potensi strategis sebagai fondasi manufaktur nasional, terutama bagi Indonesia sebagai negara kepulauan dengan kebutuhan armada yang besar dan berkelanjutan.

Namun hingga kini, kapasitas galangan domestik belum dimanfaatkan secara optimal karena keterbatasan ruang di pasar dalam negeri, meskipun permintaan kapal sebenarnya tinggi.

Rencana Insentif Industri Galangan Kapal

Purbaya menekankan bahwa persoalan utama bukan pada kompetensi teknis atau kualitas sumber daya manusia, melainkan pada kebijakan yang belum sepenuhnya memberi keberpihakan kepada pelaku usaha lokal.

"Industri kita sebenarnya punya kemampuan, tapi under utilized karena tidak diberi kesempatan di dalam negeri," ujar Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam seminar Revitalisasi Galangan Kapal dan Pelayaran Indonesia bertajuk Mendorong Daya Saing dan Peningkatan Kapasitas Industri Nasional di Jakarta, Selasa (10/2/2026)

Ia juga menyoroti maraknya impor kapal bekas yang mendekati usia akhir pakai, sehingga menggerus potensi order bagi galangan nasional.

"Orang Indonesia suka ngakal-ngakalin. Beli kapal luar negeri murah, karena sebenarnya sudah mau di-junk, tapi masih bisa dipakai di sini. Orang-orang dapat persen. Yang rugi industri kita sendiri," ungkap Purbaya

Data Indonesia Shipowners Association menunjukkan sekitar 2.491 kapal domestik telah berusia di atas 25 tahun dan membutuhkan penggantian.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah dikabarkan sedang menyiapkan sejumlah langkah, antara lain :

  • Bea masuk nol persen untuk komponen kapal impor guna menurunkan biaya produksi

  • Insentif pembangunan kapal baru bagi galangan lokal, serta

  • Skema kredit pembiayaan jangka panjang dengan tenor 15 hingga 30 tahun.

Jika terealisasi, kebijakan ini tidak hanya mendorong utilisasi galangan, tetapi juga memperkuat rantai pasok industri maritim nasional.

Deretan Emiten Galangan Kapal dan Pelayaran

Seiring dengan rencana insentif fiskal dan regulasi yang lebih berpihak pada industri galangan kapal nasional, terdapat enam emiten sektor maritim yang berpotensi memperoleh dampak positif. Dampak tersebut terbagi menjadi dua lapis.

Pertama, manfaat langsung bagi emiten yang memiliki lini usaha galangan kapal.

Kedua, manfaat tidak langsung bagi emiten pelayaran melalui penurunan biaya investasi dan efisiensi operasional armada.

SOCI dan SMDR menjadi dua emiten yang dinilai berpotensi mendapatkan keuntungan paling langsung karena memiliki eksposur ke bisnis galangan.

Sementara itu, BULL, LEAD, BBRM, dan HUMI berpotensi menikmati sentimen turunan dari perbaikan struktur biaya industri secara keseluruhan.

Berkat sentimen itu, gerak saham-saham galangan dan perkapalan ikut moncer pada kemarin Rabu (11/2/2026), semakin mempertegas tren bullish yang masih berlanjut.

Berikut pembahasannya secara lebih rinci.

PT Soechi Lines Tbk (SOCI)

SOCI memiliki dua lini bisnis utama, yaitu galangan kapal dan pelayaran. Segmen galangan berkontribusi sekitar 12 persen terhadap pendapatan, sementara lebih dari 88 persen berasal dari pelayaran, khususnya pengangkutan minyak dan gas.

Dengan rencana bea masuk nol persen untuk komponen kapal serta skema pembiayaan jangka panjang, SOCI berpotensi memperoleh manfaat langsung dari peningkatan aktivitas pembangunan dan perbaikan kapal. Penurunan biaya komponen impor akan memperbaiki struktur biaya shipbuilding, sementara kepastian permintaan domestik berpotensi meningkatkan utilisasi fasilitas galangan. Di sisi lain, lini pelayaran juga diuntungkan melalui efisiensi belanja modal dan percepatan program peremajaan armada.

PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR)

SMDR dikenal sebagai emiten pelayaran terdiversifikasi yang juga memiliki lini usaha galangan melalui PT Galangan Samudera Madura. Mayoritas pendapatan tetap berasal dari pelayaran dan logistik, namun keberadaan galangan memberi nilai tambah strategis di tengah kebijakan baru pemerintah.

Insentif bagi galangan domestik dapat menjadi katalis tambahan bagi SMDR, terutama jika terjadi peningkatan permintaan pembangunan kapal dalam negeri. Selain itu, penurunan biaya investasi kapal baru juga berpotensi memperkuat ekspansi armada dan mendukung pertumbuhan volume angkutan, khususnya di tengah pemulihan aktivitas perdagangan dan logistik.

PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL)

Berbeda dengan SOCI dan SMDR, BULL merupakan emiten pelayaran murni dengan 100 persen pendapatan berasal dari pengangkutan minyak, gas, dan bahan kimia. Meskipun tidak memiliki galangan sendiri, BULL tetap berpotensi menikmati dampak positif secara tidak langsung.

Penurunan biaya pembangunan kapal tanker baru serta kemudahan akses pembiayaan jangka panjang dapat menekan belanja modal. Di sisi operasional, fasilitas repair domestik yang lebih kompetitif berpotensi mempercepat perawatan armada dan mengurangi downtime, sehingga berdampak positif pada utilisasi kapal dan margin perusahaan.

PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD)

LEAD juga sepenuhnya bergerak di sektor pelayaran dengan fokus pada sektor energi, terutama oil dan gas. Dalam industri yang padat aset seperti pelayaran, efisiensi biaya investasi dan perawatan armada menjadi faktor krusial.

Dengan adanya insentif galangan, LEAD berpotensi memperoleh manfaat melalui biaya pembangunan kapal yang lebih rendah dan waktu perawatan yang lebih singkat. Hal ini dapat memperbaiki struktur biaya jangka menengah sekaligus menjaga daya saing armada di tengah dinamika industri energi.

PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM)

BBRM berfokus pada angkutan curah seperti batubara, oil dan gas, pasir, serta granit. Kebutuhan akan peremajaan armada menjadi isu penting mengingat banyaknya kapal domestik yang telah berusia tua.

Dengan dukungan pembiayaan jangka panjang serta potensi penurunan biaya konstruksi kapal, BBRM memiliki peluang untuk melakukan modernisasi armada secara lebih efisien. Langkah ini dapat membantu perusahaan menjaga daya saing di tengah fluktuasi permintaan komoditas.

PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HUMI)

HUMI juga memperoleh seluruh pendapatannya dari pelayaran, mayoritas untuk komoditas energi. Karakter bisnis yang sangat bergantung pada armada membuat efisiensi belanja modal menjadi faktor penting.

Insentif pembangunan kapal baru serta kemudahan akses pembiayaan dapat mendukung ekspansi armada HUMI dengan struktur biaya yang lebih terkendali. Dalam jangka menengah, hal ini berpotensi memperkuat posisi HUMI dalam memenuhi kebutuhan transportasi energi domestik.

Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(saw/saw)

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |