Anti Salah Langkah, Kupas Strategi Investasi di Tengah Volatilitas

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar saham Indonesia belum lama ini bergejolak setelah mencetak rekor secara beruntun bahkan mencapai level 9.000, yang kemudian turun kembali ke level 8.000. Volatilitas ini pun menjadi sorotan para investor dunia, dimana para pelaku pasar dalam mode siaga, serta harus berstrategi dalam meracik instrumennya agar bisa memanfaatkan momentum ini.

Salah satu penyebab gejolak belakangan ini adalah keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan rebalancing saham Indonesia. MSCI menyoroti isu free float dan transparansi. Pengumuman ini membuat banyak investor panik sehingga aksi jual saham meningkat, terutama pada saham-saham konglomerat.

Seiring dengan keputusan MSCI tersebut, Bursa Efek Indonesia (BEI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Self-Regulatory Organization (SRO) berupaya melakukan pembenahan dengan menyusun sejumlah kebijakan transformasi pasar saham.

Penyempurnaan klasifikasi investor di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dilakukan, dari 9 kategori yang ada di struktur SID menjadi 28 subkategori investor. Kemudian, perluasan keterbukaan informasi terkait dengan kepemilikan saham, di mana data pemegang saham tidak lagi pada kepemilikan di atas 5%, melainkan akan mencakup kepemilikan saham di atas 1% guna meningkatkan transparansi pasar.

Tak hanya itu, terdapat peningkatan ketentuan minimum free float untuk mempertahankan status tetap menjadi perusahaan tercatat, dari saat ini sebesar 7,5% menjadi 15%.

Lantas, investor perlu menyiapkan strategi secara cermat dan tepat agar dapat memaksimalkan potensi keuntungan di tengah volatilitas pasar saham Indonesia.

Untuk itu, CNBC Indonesia bersama BRI Manajemen Investasi menghadirkan Market Outlook 2026 dengan tema Membaca Arah Pasar dan Peluang Pertumbuhan Baru. Dalam acara ini BRI Manajemen Investasi bakal Buka-bukaan Strategi Bijak Berinvestasi di Tengah Dinamika Pasar Hingga Revolusi Bisnis Reksa Dana.

Market Outlook 2026 akan diselenggarakan pada Jumat, 13 Februari 2026 pukul 13.00 WIB sampai selesai dengan menghadirkan narasumber kompeten di bidang investasi, yaitu Chief Investment Officer PT BRI Manajemen Investasi, Herman Tjahjadi.

Melalui acara ini, Herman Tjahjadi akan menjelaskan perkembangan pasar saham hingga Februari 2026 dan tantangan yang akan dihadapi investor pada masa mendatang. Dia juga akan membahas langkah manajer investasi dalam menjaga kepercayaan nasabah di tengah dinamika pasar. Tak ketinggalan, ulasan mengenai produk reksadana pilihan ataupun alternatif akan dibahas dalam acara tersebut.

Acara ini akan disiarkan secara langsung di CNBC Indonesia Televisi dan live streaming di CNBCIndonesia.com. Jadi, tunggu apalagi? Pantau terus untuk mengetahui seputar)) berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di CNBC Indonesia.

(dpu/dpu)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |