Pupuk Jadi Fondasi Ketahanan Pangan

6 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian, Andi Nur Alamsyah mengungkapkan pupuk merupakan fondasi ketahanan pangan. Di mana saat tekanan geopolitik, pupuk menjadi kontributor pertanian di Indonesia.

"Jadi bahwa ada tekanan geopolitik hari ini, iya. Tapi pertanian siap. Insyaallah tidak ada masalah. Ini bukan ngomong kosong gitu ya. Kok susah banget kita meyakinkan publik bahwa kita swasembada," ungkap dia dalam Coffee Morning CNBC Indonesia bertema "Securing Indonesia's Food Sovereignty through Value Chain and Financing Amid Global Disruptiondi Jakarta, belum lama ini.

Andi juga memaparkan mengenai perubahan signifikan dalam tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi di tahun 2025. Menurut dia, peraturan tersebut membawa pertanian di Indonesia menjadi tangguh.

"Alokasi kita 9,58 juta ton Itu akan tetap subsidinya. Walaupun nanti ada kenaikan kurs dolar dan lain sebagainya. 9,58 juta ton itu sudah pasti. Dan ini dengan tersedianya pupuk yang cukup," tegas dia.

Diketahui perubahan tersebut diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 6 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi dan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 15 Tahun 2025 sebagian peraturan pelaksanaannya. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan pelayanan dan memastikan pupuk bersubsidi dapat tepat sasaran, serta mudah diakses oleh seluruh petani.

Selain alokasi pupuk subsidi, pemerintah juga menyeimbangkan harga Harga Eceran Tertinggi (HET) dan (Harga Pokok Penjualan) untuk pupuk sebesar Rp 6.500.

"Bahwa ada perubahan-perubahan harga itu mencari keseimbangan baru Biasalah itu, dan pemerintah ketika turun, menstabilkan harga," terang Andi.

Lebih lanjut, menurut Andi Indeks Pertanaman (IP) saat ini mengalami kenaikan sebesar 2,5%. Capaian ini menjadikan tiga kali masa tanam dari sebelumnya hanya satu kali masa tanam.

Kementerian Pertanian pun melakukan optimalisasi lahan. Pada 2024, seluas 480.000 hektar lalu pada 2025 seluas 500.000 hektar.

"Lahan rawa kita yang sebelumnya ditanami hanya 1 kali Hari ini itu sudah bisa ditanami 2 sampai 3 kali. Ini kan menambah jumlah luas panen kita," pungkas dia. 

(bul/bul)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |