PT SAI dan JAI Mau Relokasi ke Vietnam, Penasihat Presiden Turun Tangan

5 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal turun tangan menangani ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dipicu rencana relokasi produksi oleh perusahaan induk ke Vietnam. Salah satu kasus yang ditanganinya terjadi di PT SAI dan PT JAI di Mojokerto dan Pasuruan, Jawa Timur.

Menurut Said, berdasarkan hasil dialog dengan perusahaan dan serikat pekerja, prinsipal asal Jepang akhirnya menunda rencana relokasi produksi dalam skala besar ke Vietnam.

Said menjelaskan, grup PT Yazaki di Jepang semula berencana memindahkan sekitar 50 persen lini produksinya dari Indonesia ke Vietnam. Namun, setelah dilakukan berbagai upaya mitigasi akhirnya rencana tersebut berhasil ditekan.

"Bahwa bisa saja PT. Yazaki sebagai grup di Jepang itu memindahkan ke Vietnam. Dan itu sudah terjadi. Cuma yang tadinya mau besar-besaran 50% line produksi yang dipindahkan ke Vietnam, PT. SAI sebagai contoh di Mojokerto, itu tidak jadi dilakukan dengan mitigasi tadi," ujarnya dalam Konferensi Pers secara virtual, Senin (28/6/2026).

Ia mengakui relokasi tetap dilakukan, hanya saja skalanya lebih kecil dibandingkan rencana awal. Menurutnya, langkah tersebut berhasil mengurangi potensi PHK yang sebelumnya dikhawatirkan terjadi akibat perpindahan produksi.

"Jadi mereka sudah membuat rencana bisnis plan-nya itu 2030, yang sekarang terjadi hanya 3-5 line. Ada yang pindah ke Vietnam, dipindahkan. Bukan berarti tidak ada, nggak boleh juga kita berbohong kan. Ada, tapi kecil. Dan ini mitigasi," katanya.

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian membantah kabar yang menyebut 2 pabrik komponen otomotif di Jawa Timur akan hengkang ke Vietnam. Hal ini disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Setia Diarta.

Menurut Setia, hingga saat ini kedua pabrik komponen otomotif tersebut masih beroperasi normal dan tidak ada kabar yang menyebutkan mereka akan hengkang ke Vietnam.

"Setelah kami konfirmasi, mereka tidak ada isu relokasi. Mereka masih produksi normal," tegas Setia kepada CNBC Indonesia, Rabu kemarin (24/6/2026).

(ven/haa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |