Ukuran Font
Kecil Besar
14px
Pengurus Besar Eksekutif Mitsui Outlet Park KLIA Sepang, YBHG Frankie Lee, dan Konsul Jenderal Malaysia di Medan, Shahril Nizam Abdul Malek, pada gelaran B2B Networking Session Mitsui Outlet Park, di Medan, Selasa (10/2). Waspada / Muhammad Faisal
MEDAN (Waspada.id) : Program Khusus Mitsui Outlet Park bidik Kota Medan menjadi salah satu pasar kota paling strategis dan potensial memperkuat kunjungan wisatawan dan belanja mancanegara menjelang program Visit Malaysia 2026.
“Medan merupakan pasar yang sangat potensial. Masyarakat Medan dikenal gemar berbelanja, dan jumlah wisatawan dari Medan ke Malaysia sangat besar. Selain itu, wisatawan juga sudah familiar dengan medical tourism di Malaysia,” ungkap Pengurus Besar Eksekutif Mitsui Outlet Park KLIA Sepang, YBHG Frankie Lee, dalam gelaran B2B Networking Session Mitsui Outlet Park, di Medan, Selasa (10/2).

Menyambut potensi tersebut, Frankie Lee menyatakan Mitsui Outlet Park telah menyiapkan berbagai program khusus bagi wisatawan Indonesia.
Hal ini dibuktikan dengan paket spesial berupa diskon dan voucher belanja ditawarkan bagi pemegang paspor Indonesia sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya tarik wisata belanja yang terintegrasi dengan kemudahan akses di dekat bandara KLIA.
“Medan sangat penting dalam promosi pariwisata. Banyak wisatawan dari Medan berlibur ke Malaysia untuk mengunjungi tempat wisata, berbelanja, dan berobat. Kami mengundang wisatawan dari Sumatera untuk menikmati pengalaman belanja, kuliner, serta layanan kesehatan,” terang Frankie Lee.
Dukungan terhadap kolaborasi ini juga ditegaskan oleh Konsul Jenderal Malaysia di Medan, Shahril Nizam Abdul Malek, yang menekankan sinergi lintas sektor, termasuk peran aktif asosiasi pariwisata dan pemerintah daerah di Sumatera Utara, sangat krusial untuk memastikan pertumbuhan ekonomi kedua negara berjalan optimal.
“Untuk memastikan ekonomi berjalan kuat, berbagai proyek dan program harus didukung bersama. Kami berharap kerja sama dari asosiasi pariwisata di Medan dapat terus ditingkatkan,” kata Shahril Nizam Abdul Malek.

Selain promosi fasilitas, Shahril juga meluruskan persepsi masyarakat mengenai nilai tukar mata uang. Menurutnya, daya tarik utama Malaysia bukan sekadar soal angka pada nilai tukar, melainkan nilai manfaat atau value for money yang didapatkan wisatawan saat berkunjung.
“Bukan soal kejatuhan atau mahalnya mata uang, tetapi soal value for money. Wisatawan yang datang ke Malaysia mendapatkan nilai dan pengalaman yang sepadan. Kami berharap asosiasi dapat membantu memberikan pemahaman ini kepada masyarakat,” pungkasnya.(id12)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.





















































