Sebanyak 29 wilayah di Malaysia termasuk Kuala Lumpur mencatat indeks kualitas udara tak sehat akibat kebakaran hutan dan lahan di beberapa provinsi Indonesia.
Sebanyak 29 wilayah di Malaysia termasuk Kuala Lumpur mencatat indeks kualitas udara tak sehat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa provinsi di Indonesia. (REUTERS/Hasnoor Hussain)
Menurut indeks kualitas udara Malaysia Air Pollutant Index Management System (APIMS), Selasa (25/8/2026) pukul 16.00 waktu setempat, tercatat 29 wilayah masuk kategori "tidak sehat" alias unhealthy. (REUTERS/Hasnoor Hussain)
Indeks Polusi Udara Malaysia mengklasifikasikan angka 0-50 sebagai kualitas udara sehat, 50-100 masuk kategori sedang, 101-200 tak sehat, 201-300 sangat tidak sehat, dan di atas 300 masuk dalam kategori bahaya. (REUTERS/Hasnoor Hussain)
Wilayah yang dibekap kabut asap antara lain Serian dengan API 183, Johan Setia 172, Sri Aman 171, Shah Alam di Selangor dengan API 160, Taiping 157, Tanjung Malim 157, Kuching 157, dan Tasek Ipoh 156. (REUTERS/Hasnoor Hussain)
Indeks kualitas udara tak sehat juga tercatat di Minden 155, Putrajaya dengan API 155, Nilai 155, Samarahan 155, Bukit Rimbai 154, Sarikei 154, Sungai Petani 153, Pegoh Ipoh 153, Batu Muda di Kuala Lumpur 153, dan Seberang Perai 152. (REUTERS/Hasnoor Hussain)
Kabut asap menerjang sejumlah wilayah di Malaysia menyusul kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Kementerian Kesehatan Malaysia menyarankan bagi masyarakat yang terdampak untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan saat indeks udara melebihi 100 dan segera memeriksakan diri jika mengalami sesak napas atau batuk berkepanjangan. (REUTERS/Hasnoor Hussain)

10 hours ago
4

















































