Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan teknologi truk swakemudi atau self-driving, Kodiak AI, mengumumkan kerja sama dengan pemasok otomotif global Bosch untuk mengembangkan sistem perangkat keras dan perangkat lunak yang memungkinkan truk besar konvensional memiliki kemampuan mengemudi otonom.
Jika teknologi ini dioperasikan secara massal, maka akan membawa ancaman bagi kelangsungan profesi sopir truk.
Kerja sama tersebut diumumkan dalam ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026 yang digelar di Las Vegas. Melalui kolaborasi ini, Kodiak menargetkan percepatan penerapan teknologi truk tanpa pengemudi ke lebih banyak armada di berbagai sektor.
Kodiak selama ini mengembangkan teknologi truk swakemudi untuk kebutuhan jalan raya, industri, hingga pertahanan. Perusahaan tersebut telah merancang sistem otonom dengan tingkat redundansi tinggi, mencakup sistem pengereman, kemudi, sensor, serta komputer, untuk menjamin keselamatan operasional.
Pada Januari 2025, Kodiak mulai mengoperasikan truk tanpa pengemudi secara komersial untuk Atlas Energy Solutions di kawasan Permian Basin, wilayah penghasil minyak utama yang mencakup Texas Barat dan New Mexico bagian timur.
Operasi tersebut menjadi salah satu implementasi awal truk otonom tanpa kehadiran manusia di dalam kendaraan.
Hingga kini, Kodiak telah mengirimkan sedikitnya delapan unit truk swakemudi kepada Atlas Energy sebagai bagian dari pesanan awal sebanyak 100 unit. Dalam pengembangan dan modifikasi kendaraan tersebut, Kodiak bekerja sama dengan Roush Industries sebagai perusahaan upfitter.
Setelah resmi melantai di bursa pada September 2025 melalui merger dengan perusahaan akuisisi bertujuan khusus (SPAC) Ares Acquisition Corporation II, Kodiak kini berupaya memperluas skala teknologi otonomnya ke pasar truk yang lebih luas.
Dalam kolaborasi ini, Bosch dan Kodiak akan mengembangkan platform redundan yang dapat diterapkan pada truk gandeng dari berbagai merek. Bosch akan memasok berbagai komponen perangkat keras, termasuk sensor dan sistem aktuasi kendaraan seperti teknologi kemudi.
Sistem tersebut dirancang fleksibel, dapat dipasang langsung di lini produksi pabrikan maupun ditambahkan kemudian melalui pihak ketiga.
Pendiri sekaligus CEO Kodiak, Don Burnette, menyatakan kolaborasi dengan Bosch menjadi kunci untuk mendorong adopsi teknologi otonom secara komersial. Menurutnya, dukungan Bosch memungkinkan pengembangan sistem yang modular, mudah dirawat, serta terintegrasi secara menyeluruh.
Sementara itu, Presiden Bosch Amerika Utara dan kepala divisi Bosch Mobility Americas, Paul Thomas, menilai kerja sama ini membuka peluang pertumbuhan signifikan di sektor truk otonom. Ia menekankan pengalaman Kodiak dalam mengoperasikan truk tanpa awak manusia secara komersial menjadi nilai tambah dalam pengembangan teknologi ke depan.
"Dengan memasok perangkat keras berstandar produksi, kami memungkinkan lahirnya generasi berikutnya dari truk otonom bersama Kodiak," kata Thomas, dikutip dari TechCrunch, Selasa (6/1/2026).
Meski Kodiak berencana memperluas skala teknologi dan Bosch ingin meningkatkan pangsa pasarnya di sektor ini, masih belum jelas kapan hal tersebut akan terwujud. Kedua perusahaan belum memberikan jadwal kapan sistem baru ini akan mulai diproduksi atau tersedia secara komersial.
(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]

1 day ago
7

















































