Peserta Magang Nasional Ngaku Puas, Komentar Begini ke Menaker

7 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengungkapkan hasil evaluasi program magang nasional atau Magang Hub untuk gelombang pertama dan kedua di 2025.

Yassierli menjelaskan, evaluasi tersebut menggunakan sampel sebanyak 65.245 peserta magang dan 7.217 mentor yang mewakili perusahaan pemagangan.

Hasilnya, sebanyak 84% peserta merasa sangat puas dengan program pemagangan.

"Sebanyak 84% peserta merasa sangat puas, 15,9% peserta cukup puas, dan hanya 0,71% yang merasa tidak puas," kata Yassierli dalam konferensi pers pemberian stimulus ekonomi semester II-2026 di Kemenko Perekonomian, Senin (22/6/2026).

Dari sisi mentor, sebanyak 84% perusahaan merasa puas dengan kemampuan peserta magang dalam menyerap ilmu dan hanya sebanyak 0,45% yang tidak puas.

"Dari perspektif mentor dan perusahaan, 84% perusahaan menyatakan puas dan sangat puas, kemudian perusahaan yang mengatakan cukup puas itu 15,42%, dan 0,45% perusahaan mengatakan tidak puas," lanjut Yassierli.

Yassierli melanjutkan, dari perspektif pemagang, sebanyak 52,13% merasa sangat puas dengan program magang nasional dan hanya 0,42% yang sangat tidak puas.

"Lebih detail lagi, dari perspektif pemagang, 52,13% pemagang sangat puas dengan program ini, 32,13% puas, 15,05% cukup puas, 0,29% tidak puas, dan 0,42% sangat tidak puas," jelasnya.

Sementara itu, dampak dari program magang ini ke ekonomi peserta atau keluarga peserta, sebanyak 36,52% mengaku sangat membantu dan hanya 0,35% saja yang sangat tidak membantu.

"Apakah program magang ini membantu kondisi ekonomi peserta dan atau keluarga? Sebanyak 36,52% sangat membantu, ini sejalan dengan harapan dari Pak Menko, ini juga menjadi bagian dari program stimulus ekonomi, 30,61% membantu, 30,45% cukup membantu, 2,07% tidak membantu, dan 0,35% sangat tidak membantu," terangnya.

Dari sisi peningkatan kompetensi, Yassierli menjelaskan sebanyak 47,24% meningkat signifikan dan hanya 0,05% saja yang kompetensi pemagang tidak meningkat.

"Seberapa besar peningkatan kompetensi teknis peserta dari awal hingga akhir? Jadi kalau kita gabungkan, sangat meningkat, meningkat, dan cukup meningkat, ini angkanya sudah mendekati 98,5%, di mana hanya 0,05% yang kompetensi pemagang tidak meningkat," ujarnya.

Terkait perusahaan yang menawarkan pekerjaan setelah program magang berakhir, pihaknya mengatakan sebanyak 30% perusahaan menawarkan pekerjaan baru setelah magang.

"Perusahaan apakah menawarkan pekerjaan? 30% menawarkan, tapi ada peserta yang menolak, karena mereka sudah menerima di perusahaan yang lain, 33,05% mengatakan belum ditawari, tapi ada indikasi, dan 37,26% mengatakan tidak ditawari, sampai program magang selesai," ungkap Yassierli.

Adapun dari sektor yang ditawarkan, paling banyak diminati oleh pemagang yakni sektor keuangan sebanyak 26,8%, perdagangan besar sebanyak 18,4%, manufaktur 15,7%, kesehatan 8,3%, dan sektor teknologi informasi sebanyak 5,1%.

"Sebaran peserta yang mendapatkan penawaran pekerjaan berdasarkan sektornya, paling besar di sektor keuangan, kemudian perdagangan besar, manufaktur, kesehatan, dan teknologi informasi," pungkasnya.

(dem/dem)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |