Jakarta, CNBC Indonesia - Dalam pesan tahun baru, Presiden China Xi Jinping punya pesan penting soal Taiwan. Dia memastikan penyatuan kembali kedua wilayah tersebut dan menegaskan hal itu tak bisa dihentikan.
"Penyatuan kembali tanah air kita, sebuah tren zaman, tidak bisa dihentikan," kata Xi Jinping, dikutip dari The Guardian, Kamis (1/1/2026).
Dia juga mengatakan visinya mengenai tatanan dunia baru yakni aneksasi Taiwan dan dukungan negara lain mengakui wilayah itu sebagai bagian dari Satu China.
Selain itu, Xi Jinping juga menyoroti soal Hari Pengembalian Taiwan. Peringatan tersebut sebagai berakhirnya kekuasaan Jepang di Taiwan tahun 1945 lalu, China menekankan peranannya dalam mengalahkan Jepang pada konflik tersebut.
Ucapannya diungkapkan setelah latihan intensif Beijing di sekitar Taiwan selesai. Latihan pada hari Senin dan Selasa lalu (29-30 Desember 2025) termasuk menembakkan langsung di sekitar wilayah kepulauan, simulasi blokade pelabuhan utama dan mengerahkan angkatan laut, angkatan udara, pasukan roket hingga penjaga pantai mengepung pulau utama Taiwan.
China mengerahkan sekitar 89 pesawat tempur untuk latihan. Disebutkan latihan baru-baru ini menjadi lebih mendekati Taiwan daripada yang dilakukan sebelumnya.
Xi Jinping juga menyoroti soal China yang merangkul dunia dnegan tangan terbuka, merujuk pada sejumlah konferensi multilateral yang digelar oleh Beijing sepanjang 2025. Termasuk pada KTT Kerja Sama Shanghai Agustus lalu, di mana sejumlah pemimpin dunia berkumpul di Tianjing seperi Vladimir Putin dari Rusia hingga Recep Erdogan di Turki.
Pidato itu diselingi cuplikan parade militer China pada September 2025. Gelaran tersebut untuk memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia Kedua.
Selain itu, Xi memuji kemajuan China pada teknologi tahun ini seperti robot kickboxing dan Tianwen-2. Begitu juga keberhasilan global ekspor budaya China, termasuk game Black Myth: Wukong dan film animasi Ne Zha 2.
Taiwan telah buka suara soal latihan China pada awal minggu ini. Salah satunya diungkapkan Kementerian Pertahanan Taiwan, terdapat zona latihan tambahan selama dua jam di perairan timur pulau pada Senin pagi tanpa pengumuman lebih dulu dari China.
Latihan itu mengganggu aktivitas Taiwan. Kementerian Perhubungan setempat mengatakan lebih dari 10 ribu penumpang penerbangan internasional berpotensi terdampak pada Selasa, dan sekitar 80 penerbangan domestik dibatalkan.
Bukan hanya itu, dampak latihan juga menimbulkan tekanan militer dan dampak yang lebih kompleks pada kawasan dan komunitas internasional.
(luc/luc)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
2

















































