Perang Mafia Kelas Kakap, Taruhannya Triliunan Rupiah

1 hour ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Kejadian tidak biasa terjadi pada situs web yang dikelola oleh kelompok ransomware Cl0p. Situs tersebut dilaporkan berhasil diambil alih oleh kelompok peretas (hacker) saingannya, yaitu ShinyHunters, yang kemudian menuntut tebusan hingga bernilai triliunan rupiah agar situs itu dapat dikembalikan.

Situasi ini tergolong unik, mengingat situs Cl0p biasanya digunakan secara khusus untuk mempublikasikan hasil data peretasan mereka-termasuk daftar nama korban-serta menjadi sarana bagi para korban untuk membayar uang pemerasan yang diminta.

Namun, nasib kini berbalik, dan kelompok Cl0p sendiri yang harus merasakannya. ShinyHunters mengubah tampilan muka situs tersebut dengan memasang pemberitahuan bahwa domain milik Cl0p telah disita.

Pihak ShinyHunters tidak merinci secara pasti total uang tebusan yang mereka minta, namun mereka menyebutkan bahwa nominal tuntutan tersebut bernilai delapan digit dalam dolar AS. Angka tersebut setara dengan 2,333% dari kekayaan bersih, yang mengindikasikan kepemilikan aset yang nilainya bisa mencapai ratusan juta dolar.

"Saya harap Anda bisa membayar jumlah itu karena itu tuntutannya, dan bisa dinegosiasikan. Kumpulkan atasan kalian di depan whiteboard ruang komando. Waktu terus berjalan, bodoh. Mohon maaf atas ketidakprofesionalan kami," tulis pengumuman dalam pesan tersebut, dikutip 

ShinyHunters juga mengungkapkan bahwa jumlah tuntutan tersebut akan terus bertambah seiring berjalannya waktu selama 24 jam penuh apabila pihak Cl0p tidak segera memberikan respons apa pun.

Pada Senin lalu, nilai tuntutan tersebut dilaporkan telah bertambah, disertai dengan adanya permintaan maaf secara terbuka dari pihak Cl0p.

Sementara itu, pesan yang diunggah pada hari sebelumnya sempat membocorkan tiga orang yang diklaim sebagai operator utama di balik kelompok Cl0p. Ketiga nama tersebut kabarnya juga telah masuk ke dalam laporan publik.

Pesan tersebut turut mendesak penyerahan hasil pekerjaan dari target perangkat lunak Oracle E-Business, sebuah platform bisnis populer. Ketika serangan siber tersebut terjadi, sejumlah pihak berwenang-mulai dari perusahaan Oracle sendiri, Biro Investigasi Federal AS (FBI), hingga badan keamanan siber nasional Inggris dan Singapura-langsung merespons dengan mengeluarkan peringatan keras.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |