Jakarta, CNBC Indonesia - Perang yang terjadi di Timur Tengah (Timteng) masih memanas. Terbaru, Rabu (11/3/2026) Arab Saudi mengatakan bahwa mereka telah mencegat tujuh rudal balistik dalam serangan terpisah yang menargetkan pangkalan udara dan wilayah timurnya.
"Enam rudal balistik yang diluncurkan ke arah Pangkalan Udara Pangeran Sultan dicegat dan dihancurkan," tulis kementerian pertahanan Saudi di X menambahkan dalam unggahan terpisah bahwa mereka telah mencegat rudal balistik lain yang diluncurkan "ke arah wilayah timur".
Serangan ini terjadi usai militer Iran, Pasukan Garda Revolusi (IRGC), kembali mengumumkan serangan baru terhadap target AS di kawasan Timur Tengah dan Israel. Mengutip AFP, ledakan terjadi di Bahrain, tempat pangkalan angkatan laut utama AS berada.
Sementara itu, militer Israel juga mengatakan pada hari Rabu bahwa mereka mendeteksi rudal yang menuju ke negara itu dari Iran. Israel bahkan mengaku telah mengaktifkan pertahanan udara.
"Beberapa saat yang lalu, IDF mengidentifikasi rudal yang diluncurkan dari Iran menuju wilayah Negara Israel. Sistem pertahanan beroperasi untuk mencegat ancaman tersebut," kata militer di akun Telegram resminya.
AFP melaporkan mendengar sirene serangan udara berbunyi di Yerusalem dan suara ledakan di kejauhan. Beberapa saat kemudian, militer Israel mengatakan mereka diizinkan untuk meninggalkan tempat perlindungan.
Layanan darurat Magen David Adom Israel melaporkan tidak ada cedera langsung setelah serangan rudal, tetapi mengatakan tim mereka sedang merawat "sejumlah kecil orang yang terluka dalam perjalanan mereka ke daerah yang dilindungi". Stasiun penyiaran Israel, Channel 12, melaporkan beberapa orang terluka akibat serangan Iran di dekat Tel Aviv.
(sef/sef)
Addsource on Google

3 hours ago
1
















































