Penjualan Mobil China Ancam Jepang di GIIAS 2026, Ini yang Terlaris

4 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Persaingan industri otomotif Indonesia semakin sengit. Merek-merek mobil asal China mulai menunjukkan kekuatan dalam penjualan di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang sudah berlangsung. Brand Jepang, Toyota memang masih mampu mempertahankan posisi sebagai merek dengan Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) terbanyak di GIIAS 2026.

Berdasarkan rekapitulasi penjualan sejumlah merek selama GIIAS 2026, Toyota mengantongi 6.175 SPK. Angka tersebut membuat pabrikan Jepang itu masih menjadi pemimpin pasar di pameran otomotif yang berlangsung di ICE BSD City, Tangerang, pada 30 Juli hingga 9 Agustus 2026.

Toyota juga mendapat dukungan kuat dari lini kendaraan keluarga. Keluarga Innova menjadi salah satu penyumbang terbesar dengan 2.221 unit pesanan selama pameran.

Namun, posisi Toyota mulai mendapat tekanan dari pemain China. BYD langsung menempati posisi kedua dengan lebih dari 4.000 SPK, memperlihatkan kemampuan merek kendaraan listrik asal China tersebut dalam menarik konsumen Indonesia.

Di bawah Toyota dan BYD, Chery membukukan 3.500 SPK. Capaian tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, sementara model Chery Q menjadi salah satu produk yang paling banyak dipesan dengan kontribusi sekitar 1.750 unit.

Wuling juga mencatat performa kuat dengan 3.290 SPK. Menariknya, kendaraan listrik menjadi penyumbang utama penjualan Wuling, dengan Aira EV menyumbang 2.238 unit atau sekitar 68% dari total SPK.

Mitsubishi menjadi merek Jepang berikutnya yang masuk jajaran teratas dengan 3.212 SPK. Perolehan tersebut bahkan melampaui target perusahaan, dengan New XForce HEV menjadi salah satu model yang mendorong penjualan setelah mencatat lebih dari 1.000 unit sejak diperkenalkan.

Geely kemudian membukukan 3.033 SPK dan GAC Aion mencatat 2.170 SPK. Sementara itu, Suzuki mengumpulkan 1.336 SPK, Isuzu 1.180 SPK, Changan 1.120 SPK, MG Motor 1.088 SPK, dan Jetour 1.038 SPK.

Jika dilihat berdasarkan asal negara, merek China memang semakin banyak mengisi daftar penjualan teratas. Dari 15 merek dengan SPK terbesar, mayoritas merupakan merek asal Negeri Tirai Bambu.

Namun, dominasi China belum sepenuhnya menggeser Jepang. Jika tiga merek China dengan penjualan terbesar, yakni BYD, Chery, dan Wuling, digabungkan, totalnya mencapai sekitar 10.790 SPK. Sementara Toyota, Mitsubishi, dan Suzuki sebagai tiga merek Jepang teratas membukukan sekitar 10.723 SPK.

Perbedaan yang hanya sekitar 67 unit tersebut memperlihatkan betapa ketatnya pertarungan kedua kubu. China memang semakin agresif, tetapi merek Jepang masih memiliki basis konsumen yang kuat, terutama melalui merek seperti Toyota dan Mitsubishi.

Di saat yang sama, tren elektrifikasi juga semakin terlihat dalam perilaku konsumen di pameran otomotif terbesar Indonesia tersebut. Sejumlah merek China mampu mengandalkan mobil listrik untuk mengerek penjualan, sementara merek Jepang mulai memperluas pilihan kendaraan hybrid.

Dengan demikian, GIIAS 2026 bukan hanya menjadi arena perebutan SPK, tetapi juga menjadi perubahan peta industri otomotif nasional. Konsumen Indonesia mulai memiliki semakin banyak pilihan dari merek China, sementara pemain Jepang harus menghadapi persaingan yang jauh lebih ketat dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Peringkat pemesanan SPK GIIAS 2026 hingga Rabu (26/8/2026):

1 Toyota 6.175
2 BYD 4.000+
3 Chery 3.500
4 Wuling 3.290
5 Mitsubishi Motors 3.212
6 Geely 3.033
7 GAC Aion 2.170
8 Honda 1.939
9 Suzuki 1.336
10 Isuzu 1.180
11 Changan 1.120
12 MG Motor 1.088
13 Jetour 1.038
14 iCAR 1.000+
15 DFSK 625
16 Daihatsu 591
17 BAIC 407

(hoi/hoi) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |