Penampakan Wisata Guci Rusak Parah Diterjang Banjir Bandang

3 hours ago 3
Kondisi kawasan guci setelah dihantam banjir bandang. (Dok. Detikcom/Imam Suripto)

Banjir bandang kembali menerjang kawasan wisata alam Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Peristiwa ini mengakibatkan kolam pemandian air panas rusak parah dan tiga jembatan di area wisata tersebut putus diterjang arus deras. (Dok. Detikcom/Imam Suripto)

Kondisi kawasan guci setelah dihantam banjir bandang. (Dok. Detikcom/Imam Suripto)

Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Tegal melaporkan kerusakan yang ditimbulkan tergolong sangat parah. Banjir bandang menyapu seluruh pancuran kolam air panas hingga rata dengan tanah, termasuk sejumlah fasilitas penunjang wisata di kawasan tersebut. (Dok. Detikcom/Imam Suripto)

Kondisi kawasan guci setelah dihantam banjir bandang. (Dok. Detikcom/Imam Suripto)

Koordinator Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Tegal, M Wisnu Imam, menyebut banjir bandang Kali Gung merobohkan berbagai bangunan. “Pancuran 13 rata dengan tanah, jembatan besar juga roboh. Pancuran Barokah dan Pancuran Lima juga hancur. Jembatan gantung di Pancuran Lima hanyut, serta satu alat berat beko di Pancuran 13 ikut tersapu banjir,” ujar Imam, dikutip dari detikJateng, Sabtu (24/1/2026). (Dok. Detikcom/Imam Suripto)

Kondisi kawasan guci setelah dihantam banjir bandang. (Dok. Detikcom/Imam Suripto)

Sementara itu, warga setempat bernama Taufik menuturkan debit air Kali Gung meningkat drastis secara tiba-tiba pada Jumat (23/1/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Sebelum banjir datang, terdengar suara gemuruh dari arah hulu sungai, disusul air keruh berarus deras yang langsung menerjang kawasan wisata. (Dok. Detikcom/Imam Suripto)

Kondisi kawasan guci setelah dihantam banjir bandang. (Dok. Detikcom/Imam Suripto)

Menurut Taufik, puncak banjir terjadi Sabtu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB dengan ketinggian air mencapai tujuh meter. Arus deras bercampur lumpur dan pasir merobohkan jembatan, menghancurkan Pancuran 13, merusak alat berat, menyeret lapak pedagang, serta merusak pagar sungai. Warga Guci cemas banjir dan longsor susulan. (Dok. Detikcom/Imam Suripto)

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |