Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membeberkan progres pembangunan kawasan tambak udang terintegrasi skala besar di Desa Palakahembi dan Kelurahan Watumbaka, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Proyek ini digadang-gadang menjadi modeling tambak udang terbesar di Indonesia sekaligus penanda arah pembangunan sektor perikanan budidaya yang tidak lagi terpusat di Pulau Jawa. (Dok. KKP)
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, TB Haeru Rahayu, mengatakan pembangunan tambak udang dengan luas total 2.150 hektare dan investasi Rp7,2 triliun masih terus berprogres. Hingga 31 Maret 2026, petak-petak kolam tambak udang telah mulai dibentuk oleh tim yang ditunjuk KKP dengan menekankan aspek keberlanjutan dalam desain pembangunan. (Dok. KKP)
Haeru menyebut proyek tambak udang tersebut ditargetkan rampung dalam dua tahun dan mulai beroperasi secara bertahap. Ia menegaskan percepatan pembangunan terus dilakukan melalui koordinasi dengan konsorsium yang diberi mandat mengerjakan proyek, agar target penyelesaian dapat tercapai sesuai arahan pemerintah. (Dok. KKP)
Menurutnya, dari total 12 klaster yang disiapkan, rencana awal hanya dua klaster yang akan beroperasi lebih dulu pada tahun ini, namun jadwalnya masih bersifat sementara. KKP kini mendorong percepatan dari kontrak awal tiga tahun menjadi dua tahun, sesuai arahan Presiden Prabowo, dengan harapan seluruh klaster dapat selesai lebih cepat. (Dok. KKP)
Dalam pengembangannya, kawasan tambak udang ini mencakup delapan denah utama, mulai dari jaringan pipa intake air laut seluas 62 hektare, tandon dan pengolahan air 46 hektare, kawasan budidaya 723 hektare dengan 12 klaster kolam, hingga IPAL, penghijauan, kawasan industri pendukung, dan area penggunaan lainnya. Infrastruktur tersebut dirancang untuk mendukung sistem budidaya udang terintegrasi dan berkelanjutan di Sumba Timur. (Dok. KKP)

3 hours ago
1
















































