Breaking! Rupiah Menguat, Dolar AS Turun ke Rp16.970

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini, Kamis (2/4/2026), meski dolar AS di pasar global menguat pasca pidato Presiden AS Donald Trump.

Merujuk data Refinitiv, rupiah mengawali perdagangan di zona hijau dengan apresiasi tipis 0,03% ke posisi Rp16.970/US$. Penguatan ini melanjutkan kinerja positif pada penutupan perdagangan Rabu (1/4/2026), saat rupiah juga menguat 0,09% ke level Rp16.975/US$.

Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia kembali naik. Per pukul 09.00 WIB, DXY tercatat menguat 0,22% ke level 99,891.

Pergerakan rupiah hari ini diperkirakan masih akan dipengaruhi sentimen eksternal, terutama arah dolar AS di pasar global serta perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah.

Pasar merespons pidato Presiden AS Donald Trump yang disampaikan pada Rabu malam waktu setempat, atau Kamis pagi waktu Indonesia.

Dalam pidatonya, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat disebut semakin dekat untuk menyelesaikan seluruh tujuan militernya di Iran dalam waktu dekat. Meski tidak menjelaskan secara rinci skenario keluarnya AS dari konflik, Trump menyatakan serangan terhadap Iran akan dilakukan dengan sangat keras dalam dua hingga tiga pekan ke depan.

Dia juga mengatakan bahwa setelah konflik berakhir, Selat Hormuz akan kembali terbuka dengan sendirinya.

Pidato tersebut langsung menjadi perhatian pasar yang saat ini sangat sensitif terhadap setiap perkembangan di Timur Tengah. Konflik yang berlangsung telah memengaruhi harga minyak dan berbagai aset keuangan, sekaligus mengubah ekspektasi pasar terhadap inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan arah kebijakan suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) tahun ini.

Kondisi ini mendorong penguatan indeks dolar AS dan membuat ruang penguatan mata uang negara lain, termasuk rupiah, menjadi semakin terbatas.

(evw/evw)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |