Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia tengah mempertimbangkan permohonan sejumlah kepala daerah terkait keringanan biaya listrik bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatra. Dengan begitu, pemerintah akan memberikan diskon tarif listrik khusus di wilayah terdampak bencana.
Bahlil mengatakan pihaknya telah menerima surat permohonan resmi dari pemerintah daerah setempat mengenai insentif tersebut. Dia berkomitmen untuk merealisasikan bantuan diskon listrik, namun saat ini teknis pelaksanaannya masih dalam tahap perhitungan mendalam oleh kementerian.
"Nah untuk itu, ada surat permohonan dari beberapa kepala daerah kepada kami untuk meminta diskon listrik di wilayah lokasi bencana. Prinsipnya Kementerian ESDM akan memberikan diskon," ujar Bahlil dalam Konferensi Pers, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (8/12/2025).
Skema pemberian diskon tersebut sedang dikaji, khususnya mengenai durasi waktu pemberian insentif serta total biaya yang harus ditanggung negara. Rencana kebijakan tersebut nantinya akan segera dilaporkan kepada Presiden untuk mendapatkan persetujuan final.
"Namun, kita lagi exercise berapa bulan dan biayanya berapa. Jadi kita lagi menghitung. Tapi saya pastikan saya akan laporkan kepada Bapak Presiden, karena pasti Bapak Presiden juga sudah memerintahkan kepada kami untuk hadir dalam melihat persoalan-persoalan yang dihadapi oleh rakyat kita," tambahnya.
Sembari menyiapkan insentif biaya, pemerintah juga terus memulihkan infrastruktur kelistrikan yang masih lumpuh di sejumlah titik krusial. Kementerian ESDM mencatat masih ada ratusan desa yang jaringan tegangan rendahnya belum pulih sepenuhnya, sehingga bantuan darurat berupa genset terus disalurkan.
"Kemarin kita kirim seribu genset kepada keluarga kita di sana, saudara-saudara kita di sana. Karena apa? Karena masih ada infrastruktur darat, tegangan rendah yang belum selesai. Masih ada kurang lebih sekitar 150 desa yang harus kita selesaikan," pungkas Bahlil.
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]

22 hours ago
5
















































