Ini Deretan Saham Konglomerat yang Masih Murah, Siap Diborong?

17 hours ago 6

Susi Setiawati,  CNBC Indonesia

09 January 2026 10:00

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya mencetak level 9000 untuk pertama kali-nya, tentunya ini didukung oleh saham-saham dari grup konglomerat.

Kalau tanpa saham dari grup konglo, pelaku pasar meyakini posisi IHSG sebenarnya masih jauh di bawah itu, kemungkinan besar masih di sekitar level 7000.

Saham konglo mulai dari grup Prajogo Pangestu, Bakrie yang berduet dengan Salim, sampai saham Haji Isam mewarnai bursa sepanjang tahun lalu dan diproyeksikan masih akan lanjut sampai tahun ini.

Saham-saham dari grup itu sudah banyak yang naik mulai dari puluhan sampai raturan persen, bahkan sebagian terbang sampai ribuan persen.

Namun, di balik yang sudah terbang tinggi, ternyata masih ada beberapa saham dari grup konglo yang dinilai masih murah. Berikut kami rekap deretean saham konglo murah :

Daftar di atas menunjukkan deretan saham konglo yang masih murah, kalau diurutkan dari yang paling diskon TOWR menempati posisi teratas dengan PBV 1,25 kali dibanding rata-rata 5 tahun 3,60 kali. Ini berarti TOWR diperdagangkan dengan diskon sekitar 65,3% dari valuasi historisnya.

ICBP berada di urutan berikutnya. Dengan PBV saat ini 1,90 kali dan rata-rata 5 tahun 3,02 kali, saham ini tercatat diskon sekitar 37,1%. ERAA menyusul dengan PBV 0,75 kali dibanding rata-rata 5 tahun 1,17 kali, atau diskon sekitar 35,9%.

CTRA juga mencatat diskon yang hampir sama. PBV saat ini 0,67 kali versus rata-rata 5 tahun 1,04 kali, setara diskon sekitar 35,6%. Lalu ada INDF yang diperdagangkan di PBV 0,83 kali dengan rata-rata historis 1,10 kali, sehingga diskonnya sekitar 24,5%.

UNIC berada di PBV 0,70 kali dibanding rata-rata 5 tahun 0,91 kali, atau diskon sekitar 23,1%. Sementara ADRO mencatat PBV 0,77 kali sementara rata-rata 5 tahun 0,96 kali, setara diskon sekitar 19,8%.

AALI berada di PBV 0,66 kali dengan rata-rata 5 tahun 0,74 kali, sehingga diskonnya sekitar 10,8% dan MEDC hampir mendekati valuasi normal. Dengan PBV 0,97 kali dan rata-rata 5 tahun 1,02 kali, diskonnya sekitar 4,9%.

Sementara ERAL menjadi yang paling tipis diskonnya atau sebenarnya sudah mendekati fair value. PBV saat ini 1,03 kali dibanding rata-rata 5 tahun 1,05 kali, atau diskon sekitar 1,9%.

Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(mae/mae)

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |