Pelaut Tanoh Rencong Desak Kepolisian Segera Usut Kasus Pengroyokan Warga Aceh

6 hours ago 2
Aceh

31 Maret 202631 Maret 2026

Pelaut Tanoh Rencong Desak Kepolisian Segera Usut Kasus Pengroyokan Warga Aceh Ketua PTR, Capt. Fadlhi, SE, SH, M.Mtr, M.Mar. Waspada.id/ist

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

LANGSA (Waspada.id): Pelaut Tanoh Rencong (PTR) mendesak pihak kepolisian untuk segera mengusut kasus pengroyokan warga Aceh, Faisal Amsco yang terjadi di Mapolda Metro Jaya, Selasa (31/03/2026).

Ketua PTR, Capt. Fadlhi, SE, SH, M.Mtr, M.Mar kepada wartawan menyebutkan, desakan kasus pengeroyokan ini bentuk dukungan moral masyarakat Aceh terhadap warga Aceh di perantauan yang mendapatkan diskriminasi.

“Aparat kepolisian harus mengusut tuntas dan menangkap aktor yang mengendalikan preman bayaran untuk menganiaya warga Langsa – Aceh, Faisal Amsco,” kata Fadlhi

Capt. Fadlhi, SE, SH, M.Mtr, M.Mar juga menyayangkan sekaligus mengkritisi fungsi petugas di Polda Metro Jaya, karena insiden memalukan ini terjadi di ruangan dan di depan penyidik kepolisian setempat.

“Hal yang terjadi ini juga sekaligus mempertontonkan kepada publik atau masyarakat umum bahwa pelaku premanisme bisa bebas berada dan berkeliaran dimanapun, dan berbuat semena-mena. Bahkan di depan aparat penegak hukum,” jelasnya.

Di sisi lain, secara tidak langsung insiden ini telah menjatuhkan marwah institusi kepolisian, hanya gara-gara oknum tidak bertanggung jawab demi kepentingan pribadi, serta di luar koridor hukum dan undang-undang.

“Apa ada dugaan pembiaran aksi kriminal itu terjadi, agar mereka (preman-red) bisa memukul Faisal. Selain itu, preman-preman tidak ada kepentingan, dan mengapa mereka bisa masuk ke ruang steril kepolisian ini,” ucapnya.

“Kami ingatkan, negara tidak boleh kalah dengan aksi premanisme. Kok bisa sekelompok orang datang ke kantor polisi untuk menganiaya orang lain yang sedang menjalani pemeriksaan di ruang penyidik. Ini kan aneh. Seharusnya hal seperti itu tidak terjadi apalagi di dalam markas institusi kepolisian itu sendiri,” imbuhnya.

Pihaknya juga mendesak Kapolri harus mengambil sikap tegas dan cepat untuk tetap memposisikan Polri sebagai garda terdepan dalam penerapan dan penegakan hukum di NKRI ini.

“Insiden yang dialami Faisal dan terjadi di Markas Kepolisian adalah bentuk penghinaan aktor pelaku kepada institusi, karena hal itu mencerminkan pelaku bisa mengontrol semuanya,” tegasnya.(Id74)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |