Nyaris, Jepang Masuk Jurang Resesi

2 hours ago 6

Jakarta, CNBC Indonesia - Ekonomi Jepang tumbuh 0,1% pada kuartal keempat (Q4) tahun 2025, Senin, dikutip Selasa (16/2/2025). Ini membuat negeri itu lolos dari resesi teknis.

Sebelumnya di Q3 2025, Jepang mencatat kontraksi alias ekonomi negatif, -0,7%. Resesi teknis umumnya didefinisikan sebagai dua kuartal berturut-turut mengalami kontraksi.

Meskipun merupakan pembalikan dari kontraksi, namun produk domestik bruto (PDB) terbaru Jepang ini tetap meleset dari ekspektasi. Sebelumnya, ekonom yang disurvei Reuters misalnya meyakini ekonomi akan tumbuh 0,4% di tiga bulan terakhir 2025.

Secara rinci, merujuk Trading Economics, meskipun investasi bisnis pulih (0,2% dibandingkan -0,3% pada kuartal ketiga), konsumsi swasta meningkat paling sedikit dalam setahun (0,1% dibandingkan 0,4%) di tengah tekanan biaya yang terus berlanjut, terutama harga makanan.

Sementara itu, pengeluaran pemerintah lesu (0,1% dibandingkan 0,1%) dan perdagangan bersih tidak berkontribusi pada pertumbuhan, dengan ekspor (-0,3% dibandingkan -1,4%) dan impor (-0,3% dibandingkan -0,1%) sama-sama menurun.

Angka terbaru menunjukkan bahwa hambatan dari tarif Amerika Serikat (AS), dipatok 15%, secara bertahap mereda. Tapi ketegangan diplomatik dengan China tetap ada.

Sebelumnya di Januari, Bank Sentral Jepang (BOJ) menaikkan perkiraan pertumbuhan ekonomi untuk tahun fiskal yang berakhir Maret 2026 menjadi 0,9% dari 0,7%. Bank sentral juga menaikkan prospek fiskal 2026 menjadi 1% dari 0,7%.

Bank sentral mengatakan pihaknya memperkirakan ekspansi moderat karena negara-negara lain kembali tumbuh. BOJ juga mengatakan pihaknya melihat siklus positif kenaikan harga dan upah, yang didukung oleh langkah-langkah ekonomi pemerintah dan kondisi keuangan yang akomodatif.

Inflasi Jepang telah melambat tajam menjadi 2,1% pada Januari, level terendah sejak Maret 2022. Namun, harga tetap berada di atas target 2% Bank Sentral Jepang selama 45 bulan berturut-turut.

(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |