Neulhop Seumen Mengganas, Warga Cemas

3 hours ago 1
Aceh

12 Februari 202612 Februari 2026

Neulhop Seumen Mengganas, Warga Cemas Sumbatan kayu dan bambu menutup pintu irigasi Neulhop Seumen, Teupin Raya, menghambat aliran air dan memicu risiko luapan sungai. Waspada.id/ Muhammad Riza

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

PIDIE (Waspada.id): Neulhop Seumen di Gampong Teupin Raya, Kecamatan Glumpang Tiga, Kabupaten Pidie, berubah dari sumber kehidupan menjadi sumber kecemasan. Pintu irigasi yang selama ini mengatur aliran Krueng Putu kini tersumbat material bambu dan kayu, sementara erosi di sekitarnya kian mengganas dan mendekati jalan serta rumah warga.

Amatan Waspada.id, Kamis (12/2/2026), sumbatan di pintu irigasi terlihat jelas. Kayu-kayu besar yang terbawa arus dari wilayah hulu di Kecamatan Mutiara Timur sejak Rabu (11/2/2026) malam tersangkut dan menahan laju air. Debit meningkat akibat tingginya curah hujan. Tekanan air pun menghantam bantaran yang sudah rapuh.

Neulhop Seumen kini bukan sekadar titik irigasi. Ia menjadi titik rawan. Di sepanjang alur Krueng Putu, tanah mulai amblas. Erosi terus menggerus tebing hingga mendekati badan jalan desa. Beberapa rumah warga hanya berjarak beberapa meter dari bibir sungai yang terkikis.

“Kalau hujan deras turun lagi, jalan bisa putus. Rumah juga bisa ikut jatuh,” ujar Saiful, 47, petani setempat, Kamis (12/2/2026). Ia menyebut kondisi tahun ini jauh lebih cepat dan lebih parah dibanding sebelumnya.

Rahmawati, 39, mengaku tak lagi bisa tidur nyenyak saat debit air meningkat. “Tanah di belakang rumah sudah retak. Kami cuma berharap ada tindakan sebelum semuanya terlambat,” katanya.

Dua ancaman kini berjalan bersamaan di Neulhop Seumen, sumbatan pintu air yang berpotensi memicu luapan, dan erosi yang menggerus fondasi jalan serta pekarangan warga. Kombinasi ini membuka risiko bencana berantai, banjir, akses terputus, hingga kerusakan permukiman.

Camat Glumpang Tiga, Furqan, SE, Kamis (12/2/2026) telah meninjau langsung lokasi dan meminta penanganan segera. Menurutnya, Neulhop Seumen harus segera dibersihkan dan titik erosi diperkuat sebelum hujan susulan memperburuk keadaan.

“Jangan tunggu sampai ada korban atau infrastruktur ambruk baru bergerak. Kondisinya sudah jelas berbahaya,” tegas Furqan.

Namun hingga kini, BPBD Pidie belum terlihat melakukan langkah konkret di lapangan. Padahal, tanda-tanda bahaya sudah terbaca jelas.Neulhop Seumen sedang mengganas. Warga sudah cemas. Yang kini dibutuhkan bukan sekadar pengamatan, melainkan tindakan nyata sebelum kecemasan itu berubah menjadi bencana.(id69)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |