Modus Baru Pengemis Pakai AI saat Ramadan, Jangan Tertipu!

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Banyak orang berlomba-lomba sedekah dan beramal selama Ramadan, saat di mana pahala dilipatgandakan. Sayangnya, momentum ini juga dimanfaatkan oleh banyak sindikat pengemis untuk mendulang lebih banyak rezeki. 

Aktivitas mengemis bahkan sudah merambah ke dunia maya. Menurut laporan Gulf News, penipu di Uni Emirat Arab kini memanfaatkan kecerdasan buatan untuk membuat konten simpati palsu. 

Modusnya antara lain membuat adegan rumah sakit palsu, laporan medis rekayasa, hingga gambar anak sakit yang dimanipulasi. Bahkan ada pesan suara berbasis AI yang dikirim lewat WhatsApp dan Instagram untuk memancing empati.

Unit kejahatan siber UAE kini menggunakan alat forensik digital untuk melacak konten berbasis AI dan membongkar jaringan tersebut. Otoritas di Dubai, Abu Dhabi, dan Sharjah mengingatkan warga agar tidak memberikan uang tunai langsung kepada individu di jalan.

Menurut mereka, pemberian langsung berisiko membiayai kejahatan terorganisir, mendorong eksploitasi anak hingga mengaburkan bantuan untuk kasus yang benar-benar membutuhkan. Pemerintah UAE menegaskan, donasi sebaiknya disalurkan melalui lembaga amal resmi dan berlisensi agar tepat sasaran dan terverifikasi.

Sindikat pengemis kaya raya

Dalam beberapa penangkapan terbaru, polisi menemukan fakta mencengangkan. Seorang pria yang ditangkap karena mengemis diketahui memiliki tiga mobil mewah.

Kasus lain menunjukkan seorang pengemis menyembunyikan 25.000 dirham (sekitar Rp90 juta). Ada pula pengemis yang menggunakan anak balita berusia dua tahun untuk mengumpulkan 20.000 dirham dalam berbagai mata uang hanya dalam hitungan hari.

Polisi juga membongkar sindikat berbasis keluarga yang memaksa anak-anak, bahkan yang masih berusia tujuh tahun, turun ke jalan untuk meminta-minta alih-alih bersekolah.

(hsy/hsy)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |