Menteri Belanda Ungkap Kelemahan Senjata Mematikan Buatan Amerika

3 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Pesawat jet tempur F-35 Lightning II buatan Lockheed Martin dikenal sebagai pesawat tercanggih yang pernah dibuat. Namun dalam sebuah sebuah laporan, penilaian pada pesawat senilai US$80 juta (Rp 1,3 triliun) ternyata salah besar.

Menteri Pertahanan Belanda Gijs Tuinman dalam sebuah acara podcast menyebut F-35 sebagai pesawat yang lebih baik dari jenis pesawat tempur lainnya. Namun di sisi lain, pesawat itu bisa di-jailbreak atau dieksploitasi kelemahannya sama seperti iPhone.

"Anda dapat melakukan jailbreak pada F-35 seperti halnya pada F-35," kata dia dikutip dari Register, Senin (23/2/2026).

Namun dia tak menjelaskan lebih lanjut soal ucapannya tersebut. Tidak diketahui juga apakah Tuinman mengetahui celah keamanan pada F-35.

The Register juga telah mencoba menghubungi perusahaan teknik pesawat meminta pernyataan tanggapan terkait ucapan Tuinman. Namun perusahana mengarahkan untuk berkomunikasi dengan pemerintah AS.

Sementara ahli teknologi pesawat terbang Ken Munro membantah pernyataan itu. Meski tak begitu familier dengan F-35, tetapi dia menegaskan tanpa akses fisik kemungkinan terjadinya pembobolan akses sangat kecil terjadi.

"Tidak seperti perangkat konsumen, seperti iPhone yang mudah diakses komunitas penelitian karena menjadi sasaran perhatian mereka. Seseorang tidak bisa membeli F-35 di eBay," jelas Munro merujuk pada raksasa e-commerce dunia.

Lebih lanjut dia menjelaskan meretas perangkat keras militer terlalu sulit. Hanya sedikit komunitas yang bisa melakukannya berarti celah keamanan yang tidak disengaja terbuka sulit untuk ditemukan.

Bahkan dia menegaskan serangan akan sangat sulit dilakukan. Sebab para peneliti tidak bisa sama sekali mengakses perangkat.

"Terdapat motivasi komersial untuk menemukan celah keamanan [jailbreak] pada perangkat konsumen seperti iPhone," ungkapnya.

Laris manis

Pengiriman jet tempur F-35 Lightning II mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah pada 2025. Berdasarkan laporan Lockheed Martin selaku produsen jet tempur generasi kelima tersebut, sepanjang 2025 perusahaan berhasil mengirimkan 191 unit F-35, melampaui rekor pengiriman sebelumnya yang tercatat sebanyak 142 unit.

Capaian ini mencerminkan besarnya skala industri aviasi militer Amerika Serikat (AS), baik dari sisi kapasitas produksi maupun posisi dominan F-35 dalam sistem pertahanan global.

Dalam keterangan resminya yang dikutip dari PR Newswire, Lockheed Martin menyebut laju produksi tahunan F-35 kini lima kali lebih cepat dibandingkan pesawat tempur sekutu lainnya yang masih berada dalam tahap produksi.

Di balik capaian tersebut, Lockheed Martin tidak bekerja sendiri. Sebagai kontraktor utama sekaligus penggerak utama program F-35 Lightning II, Lockheed Martin menjalin kemitraan erat dengan tiga raksasa industri pertahanan global, yakni BAE Systems, Northrop Grumman, dan RTX.

F-35 merupakan salah satu jet tempur paling canggih di dunia saat ini. Pesawat ini dikenal sebagai platform tempur paling mematikan, paling mampu bertahan, dan paling terhubung, yang dirancang untuk memberikan keunggulan maksimal bagi pilot dalam menghadapi berbagai ancaman, sekaligus memastikan mereka dapat menyelesaikan misi dan kembali dengan selamat.

Di tengah perkembangan kapabilitas militer negara-negara pesaing serta semakin menua­nya pesawat tempur generasi lama, kehadiran F-35 menjadi elemen krusial dalam menjaga dominasi udara untuk beberapa dekade ke depan.

Untuk memastikan keandalan tersebut, tim F-35 menghadirkan sistem pemeliharaan terintegrasi agar pesawat selalu siap menjalankan misi kapan pun dan di mana pun. Dengan prinsip bahwa setiap menit sangat berarti, pusat operasi Lockheed Martin yang beroperasi 24 jam sehari, 7 hari seminggu, bersama para insinyur pemeliharaan, bekerja erat dengan para pengguna guna menjawab tantangan baru serta memenuhi kebutuhan operasional di lini penerbangan.

(dem/dem)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |