Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Luar Negeri RI Sugiono dijadwalkan bertolak ke Ankara, Turki, Kamis (8/1/2026) malam. Ia akan menghadiri pertemuan perdana mekanisme "2+2 meeting Indonesia-Turki" yang akan digelar, Jumat.
Hal ini ditegaskan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang. Ia mengatakan pertemuan ini merupakan tonggak baru dalam penguatan hubungan strategis kedua negara.
"Malam ini Menlu RI akan bertolak ke Ankara untuk menghadiri pertemuan perdana 2+2 Indonesia-Turki yang akan dilaksanakan esok hari, tanggal 9 Januari," ujar Yvonne dalam konferensi pers di Jakarta Pusat.
Selain menghadiri pertemuan 2+2, Sugiono juga dijadwalkan melakukan kunjungan kehormatan ke Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bersama Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin. Pertemuan tersebut akan berlangsung di Istanbul pada Sabtu.
"Menlu RI bersama Menhan akan melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Erdogan di Istanbul yang dijadwalkan pada 10 Januari," jelas Yvonne.
Yvonne menegaskan, pertemuan 2+2 Indonesia-Turki ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan High Level Strategic Cooperation Council (HLSC) antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Erdogan yang digelar di Bogor pada Februari 2025.
"Pertemuan ini merupakan pertemuan pertama mekanisme 2+2 Indonesia-Turki dan merupakan tingkat lanjut dari HLSC antara Presiden Prabowo dan Presiden Erdogan," katanya.
Dalam pertemuan tersebut, kedua negara akan membahas penguatan kerja sama strategis bilateral yang mencakup sektor keamanan, perdagangan, ekonomi, pembangunan, hingga energi.
Sebagai catatan, Indonesia hanya memiliki mekanisme pertemuan 2+2 di tingkat menteri luar negeri dan menteri pertahanan dengan sejumlah negara, yakni Australia, Jepang, China, dan Prancis. Turki menjadi negara kelima sekaligus yang pertama dari kawasan Eropa-Asia yang menjalin mekanisme ini dengan Indonesia.
"Ini untuk pertama kalinya Indonesia menggelar pertemuan 2+2 dengan Turki," ujar Yvonne lagi.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Sugiono juga dijadwalkan menyampaikan undangan resmi dari Presiden Prabowo kepada Erdogan. Pemimpin negara NATO itu diharapkan bisa menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Developing Eight (KTT D-8) yang direncanakan berlangsung pada April 2026.
(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]

22 hours ago
6
















































