Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin secara aktif mendorong pemerataan layanan kesehatan di Daerah Terpencil, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK) melalui program seperti Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).
Hal tersebut untuk meningkatkan kualitas RSUD Tipe D menjadi Tipe C, demi mengatasi keterbatasan akses diagnostik spesialistik (CT Scan, Cathlab), serta membangun infrastruktur kesehatan yang lebih memadai dan nyaman bagi pasien di daerah-daerah tersebut.
Menurut BGS, selama puluhan tahun, kesenjangan akses kesehatan menjadi isu kronis. Masyarakat di wilayah kepulauan atau pegunungan seringkali harus menempuh perjalanan berjam-jam (bahkan berhari-hari) hanya untuk menemui dokter spesialis.
"Berawal dari fakta bahwa masyarakat di DTPK kadang masih kesulitan mendapatkan akses layanan spesialistik seperti fasilitas diagnostik CT Scan untuk stroke dan terapi serangan jantung dengan Cathlab," kata BGS dalam keterangan di akun media sosial Instagram pribadinya, Selasa (13/1/2026).
Salah satu instrumen yang digagas Presiden Prabowo Subianto yakni PHTC. Langkah ini dilakukan untuk menjamin akses layanan kesehatan yang setara, terjangkau, dan berkualitas, tanpa memandang lokasi geografis.
BGS memastikan seluruh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tipe D, dapat ditingkatkan menjadi tipe C. Hingga saat ini terhitung sudah ada RSUD tipe C yang diresmikan yakni RSUD Tarempa di Anambas Riau, RSUD Pongtiku Toraja Utara, RSUD Bengkulu Tengah dan RSUD Maba di Halmahera Timur.
"Progres pembangunannya sudah hampir rampung (>95%). Kami akan meresmikan dalam waktu dekat, dan segera beroperasi memberikan layanan bagi masyarakat sekitar," paparnya.
Nantinya, RSUD tipe C yang dibangun akan dilengkapi dengan peralatan medis modern dan fasilitas penunjang canggih, setara dengan rumah sakit di wilayah perkotaan. BGS menekankan rumah sakit ini harus menjadi garda terdepan dalam penanganan lima penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia: stroke, jantung, kanker, gagal ginjal, serta masalah kesehatan ibu dan anak.
"Ini bukan sekadar bangunan baru. Ini tentang menyelamatkan nyawa. Pasien jantung atau stroke di Anambas tidak perlu lagi menempuh jalan laut berjam-jam. Mereka bisa ditangani di daerah sendiri dengan ketersediaan dokter spesialis dan alat mutakhir tersebut," katanya.
(miq/miq)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
3

















































