Malaysia Larang Sinetron 'Madu atau Racun', Apa Alasannya?

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Kantor Perdana Menteri Malaysia melarang penayangan drama 'Madu atau Racun'. Sinetron tersebut dinilai memuat sejumlah unsur yang berpotensi menyinggung sensitivitas keagamaan serta norma budaya masyarakat setempat.

Melansir Malay Mail, menteri di Departemen Perdana Menteri (Urusan Agama), Senator Zulkifli Hasan, menyatakan keprihatinan sekaligus penyesalannya atas munculnya unsur-unsur yang dinilai bertentangan dengan ajaran Islam dan nilai-nilai budaya Timur, baik secara tersurat maupun tersirat.

"Pemuatan unsur-unsur yang bertentangan dengan ajaran Islam dan nilai-nilai budaya Timur harus dicegah demi memastikan terjaganya akidah dan nilai-nilai moral masyarakat, khususnya generasi muda," ujar Zulkifli dalam pernyataannya, Rabu (2/9/2026).

Menurutnya, Islam menjunjung tinggi kesucian institusi keluarga serta adab dalam kehidupan beragama. Karena itu, penggambaran gaya hidup yang dinilai menyimpang dari nilai-nilai tersebut tidak sejalan dengan prinsip moral yang ingin dipertahankan dalam masyarakat.

Menindaklanjuti persoalan tersebut, Zulkifli mengatakan Departemen Pengembangan Islam Malaysia (Jakim) akan bekerja sama dengan instansi terkait untuk melakukan peninjauan terhadap konten drama tersebut.

Zulkifli juga mengimbau para pelaku industri kreatif, produser, dan pihak penyiaran agar lebih peka dan bertanggung jawab dalam menghasilkan karya.

Ia meminta seluruh pihak menjadikan ketentuan resmi yang berlaku sebagai pedoman dalam memproduksi tayangan yang dapat menanamkan nilai-nilai positif dan memberikan kontribusi terhadap pembangunan bangsa.

"Industri seni dan platform media sebaiknya dimanfaatkan sebagai sarana untuk menanamkan nilai-nilai luhur, alih-alih memicu kontroversi yang dapat mengganggu keharmonisan norma-norma kemasyarakatan," katanya.

Di sisi lain, Zulkifli menyerukan umat Islam untuk bersama-sama menjaga kesucian agama dan integritas moral dengan tetap mengedepankan keteguhan serta kebijaksanaan dalam menyikapi berbagai perkembangan di industri kreatif dan media.

Pernyataan tersebut menegaskan sikap pemerintah Malaysia untuk memberikan perhatian terhadap konten hiburan yang dinilai memiliki kaitan dengan sensitivitas agama dan nilai-nilai sosial masyarakat.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |