Ada Elon Musk dan Jensen Huang di G20 Meeting, RI Angkat Isu AI

1 hour ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Tiga nama besar di industri teknologi, Elon Musk, Sam Altman, dan Jensen Huang, akan tampil dalam satu agenda pada pertemuan menteri teknologi negara-negara G20 di North Carolina, Amerika Serikat (AS), pekan depan.

Mengutip Reuters, ketiganya akan menjadi pembicara dalam agenda yang membahas teknologi dan kecerdasan buatan (AI). Momen ini menjadi salah satu kesempatan langka ketika Musk, Altman, dan Huang tercantum dalam agenda yang sama.

Musk, CEO Tesla dan SpaceX, dijadwalkan memberikan sambutan secara virtual pada 1 September bersama mantan AI czar Gedung Putih David Sacks dan Presiden Meta Dina Powell McCormick.

Sementara itu, CEO Nvidia Jensen Huang dan CEO OpenAI Sam Altman akan berbicara secara langsung pada 2 September. Sesi ini juga akan dihadiri oleh Menteri Perdagangan Howard Lutnick.

Pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung pada 1-2 September tersebut bertujuan untuk mendorong inovasi global di bidang AI dan teknologi lainnya. G20 kali ini diselenggarakan bersama oleh Departemen Perdagangan dan Kantor Kebijakan Sains dan Teknologi Gedung Putih.

Sejumlah menteri perdagangan paling berpengaruh di dunia akan berkumpul di kota pelajar tersebut, termasuk dari Jepang, Korea Selatan, Meksiko, Polandia, India, dan Arab Saudi.

Indonesia bawa isu AI

Sebelumnya, pada agenda Innovation Working Group di pertemuan Sherpa G20 ke-2 Presidensi Amerika Serikat, di Washington DC, Indonesia juga turut menyoroti pentingnya tata kelola AI dan infrastruktur digital yang berpusat pada perlindungan masyarakat dan pelaku usaha mikro.

Indonesia mendorong implementasi nyata G20 Roadmap for Cross-border Payments melalui interkoneksi sistem QR lintas batas. Langkah ini disebut efektif dalam memotong biaya transaksi dan meringankan beban finansial para pekerja migran serta UMKM.

Selain itu, menyikapi lonjakan kerugian akibat penipuan investasi berbasis kripto internasional (pig-butchering networks), Indonesia mendorong kerja sama penegakan hukum lintas batas.

Mengutip siaran pers dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Indonesia menyepakati pelarangan pemanfaatan konten curian atau bajakan untuk pelatihan model AI. Namun, Indonesia menekankan bahwa kerangka regulasi internasional harus tetap menghormati hukum pelindungan data nasional guna mencegah ekstraksi ilegal data publik yang sensitif.

Saat ini, Indonesia sendiri tengah mematangkan Peta Jalan AI Nasional dan Panduan Etis pada sektor kesehatan, pendidikan, keuangan, dan ekonomi kreatif.

"Indonesia meminta agar standar global AI bersifat fleksibel dan tidak berubah menjadi hambatan kepatuhan baru yang mendiskriminasi UMKM. Negara berkembang harus menjadi co-author dalam perumusan standar, bukan sekadar pelaksana kepatuhan," ujar Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian Edi Prio Pambudi.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |