Makin Sedikit Orang RI yang Cukur Rambut di Barbershop, Efeknya Terasa

4 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketidakpastian ekonomi nasional menimbulkan efek berantai ke berbagai sektor usaha, tak terkecuali pangkas rambut atau barbershop. Sejumlah tukang cukur rambut mengaku mengalami penurunan jumlah pelanggan di tengah tekanan ekonomi di kalangan masyarakat.

Deni contohnya, salah seorang karyawan pangkas rambut Asgar (Asli Garut) di kawasan Tebet, Jakarta Selatan menyadari adanya tren penurunan jumlah pelanggan dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, hingga pukul 12 siang saja pelanggan yang datang baru satu orang.

"Kalau lagi ramai bisa sembilan sampai 15 orang. Tapi kalau sepi cuma 3 orang. Hari ini saja sampai jam segini baru satu pelanggan," ungkap Deni saat ditemui CNBC Indonesia, ditulis Rabu (8/7/2026).

Padahal, jasa pangkas rambut yang ditawarkannya relatif terjangkau. Deni membuka harga mulai dari Rp 7 ribu hingga Rp 50 ribu saja untuk satu orang. Bila dirinci, jasa cukur rambut dewasa dipatok seharga Rp20 ribu, anak-anak Rp15 ribu, cukur jenggot Rp7 ribu, hingga semir warna rambut Rp50 ribu.

Meski harganya relatif terjangkau, saat ini terdapat banyak saingan usaha pangkas rambut yang membuat pelanggan semakin tersebar. Hal ini tentunya mempengaruhi jumlah pelanggan yang datang ke pangkas rambut tempat Deni bekerja. Di samping itu, Deni memandang pelemahan daya beli masyarakat ikut memengaruhi jumlah pelanggan di tempatnya bekerja.

"Kalau dibanding tahun lalu memang terasa turun. Pengaruh ekonomi juga ada," katanya.

Lebih jauh, Deni menyatakan, jika sebelumnya kebiasaan cukur rambut dilakukan lebih rutin, sekarang sebagian masyarakat cenderung mengerem kunjungan ke tempat cukur rambut sebagai bentuk penyesuaian pengeluaran sehari-hari. Mengingat, para pelanggan dari tempat ia bekerja biasanya kalangan menengah ke bawah. Pada akhirnya, omzet pengelola pangkas rambut menjadi semakin bergantung pada momentum musiman.

Beralih ke kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, seorang karyawan sekaligus pengelola pangkas rambut, Ibrahim juga menjelaskan, pelanggan pangkas rambut sebenarnya masih ada setiap hari, namun jumlahnya tidak menentu. Pangkas rambut di tempatnya biasanya ramai saat momen akhir pekan atau saat setelah jam pulang kerja di atas jam 3 sore.

"Alhamdulillah sih ada tiap hari ada, ada yang nyukur ada gitu. Pernah sih dapet, 20 dapet juga tapi jarang. Tapi, kalau hari-hari biasa paling ada 3-5 kepala yang dicukur," kata dia.

Ibrahim bilang, jasa cukur rambut untuk dewasa dihargai senilai Rp 35 ribu, anak-anak Rp 25 ribu, sedangkan untuk cukur jenggot Rp 10 ribu. Dia menjelaskan, karakteristik usaha jasa cukur rambut jelas berbeda dengan usaha lain seperti makanan yang memang telah menjadi kebutuhan sehari-hari.

Tampak bagian dalam barbershop di kawasan BSD, Tangerang Selatan juga sepi. (Dok Istimewa)Tampak bagian dalam barbershop di kawasan BSD, Tangerang Selatan juga sepi. (Dok Istimewa) Foto: Tampak bagian dalam barbershop di kawasan BSD, Tangerang Selatan juga sepi. (Dok Istimewa)

Sebab, kebiasaan orang untuk pergi ke tempat cukur rambut berbeda-beda, meski ada beberapa orang yang merasa punya kebutuhan untuk memangkas rambutnya beberapa bulan sekali. Ditambah lagi, kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok membuat banyak orang lebih berhati-hati dalam mengeluarkan uang, termasuk untuk mencukur rambut.

Dari situ, Ibrahim berharap kondisi ekonomi bisa kembali stabil, sehingga semua orang bisa memenuhi kebutuhannya, termasuk untuk mencukur rambut. Untuk saat ini, ia hanya menggantungkan pendapatannya terhadap loyalitas pelanggan dan siapapun yang membutuhkan cukur rambut.

"Pokoknya normal aja lah, gitu. Kita mah rakyat kecil begini, gak banyak minta-minta banyak-banyak lah. Standar-standarnya normal aja harga-harga," terang dia.

Sementara itu, Pemilik Gamma Barbershop, Diana Ganefa mengatakan, sudah membuka usaha sejak tiga tahun terakhir karena melihat peluang bisnis potong rambut masih sangat terbuka. Ia juga berharap kegiatan potong rambut bisa menjadi kebutuhan rutin bagi masyarakat Indonesia.

"Peluang di bisnis ini masih terbuka, harapannya kegiatan potong rambut bisa menjadi kebutuhan rutin bagi masyarakat Indonesia," jelasnya.

Kendati begitu, saat ini jumlah pelanggan barbershop yang berlokasi di Tangerang Selatan tersebut masih tidak menentu. Dalam satu hari paling sedikit barbershop tersebut melayani sekitar 2 orang dan paling banyak sekitar 15 orang.

Seperti tempat lainnya, Diana menilai, barbershop miliknya cenderung ramai hanya di momen-momen tertentu saja, seperti akhir pekan, menjelang Lebaran, dan ketika masuk tahun ajaran baru.

(wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |