Jakarta, CNBC Indonesia - Mantan reporter Apple Daily, Tammy Cheung, dan rekan-rekannya menangis setelah mendengar pengadilan Hong Kong menjatuhkan hukuman 20 tahun penjara kepada mantan bos mereka, mogul media pro-demokrasi Jimmy Lai.
Hukuman Lai adalah hukuman terberat yang pernah dijatuhkan berdasarkan undang-undang keamanan nasional Hong Kong, yang diberlakukan oleh China pada tahun 2020 setelah protes pro-demokrasi yang besar dan terkadang disertai kekerasan.
Hukuman tersebut dikecam oleh kelompok hak asasi manusia (HAM) internasional sebagai simbol menyusutnya kebebasan pers di Hong Kong. Lai sendiri sudah berusia 78 tahun.
"Kami semua menangis tersedu-sedu," kata Cheung sebagaimana dimuat AFP, Senin (9/2/2026).
"Untuk usianya, ini sama saja dengan hukuman seumur hidup, hukuman yang sangat berat," tambahnya.
Lai dinyatakan bersalah pada bulan Desember. Ia disebut berkonspirasi dengan manajemen senior surat kabar yang ia dirikan, untuk menggunakan media berita tersebut sebagai platform yang mendesak negara-negara asing menjatuhkan sanksi kepada China dengan menerbitkan artikel-artikel yang "menghasut".
"Kami menjadi lebih emosional," kata Cheung.
"Berdoa untuk sebuah keajaiban... mungkin sesuatu akan terjadi antara China dan AS," jelasnya.
Apple Daily merupakan laman pro-demokrasi terpaksa tutup setelah ratusan petugas polisi menggerebek gedung perusahaan dan menangkap manajemen seniornya pada Juni 2021.
Lai dan surat kabar tersebut berada di pusat lanskap media kota yang dulunya sangat dinamis.
Mantan karyawan lainnya, yang hanya menyebutkan namanya sebagai Wong, mengatakan ia merasa tidak senang dan bingung pada hari Apple Daily tutup. Ia menambahkan bahwa grup media Lai telah menarik banyak orang "yang menekuni jurnalisme dengan dedikasi yang teguh".
"Mengapa ini terjadi pada sebuah media?" katanya.
"Ini bukan hanya tentang hilangnya Apple Daily, ini juga mencerminkan keadaan masyarakat secara keseluruhan saat ini," kata Wong.
Ling, mantan karyawan lain yang hanya menyebutkan nama belakangnya, mengatakan bahwa Lai "percaya bahwa kata-kata memiliki nilai" dan sangat menghargai wartawan dan kebebasan pers. Ia, tegasnya, "tidak akan mengganggu tugas pelaporan kami".
"Saya percaya dia adalah seorang pria dengan integritas yang mendalam," ujarnya.
"Tekadnya yang teguh, ketenangannya, kejujurannya yang mutlak-kualitas-kualitas tersebut akan memberinya kebebasan spiritual bahkan di dalam tembok penjara," kata Ling.
Perlu diketahui, Hong Kong pernah dikenal dengan kancah media yang bebas. Surat kabar Lai adalah tabloid paling populer di kota itu, yang menargetkan otoritas lokal.
Ia bersikeras selama persidangannya bahwa "nilai-nilai inti Apple Daily sebenarnya adalah nilai-nilai inti rakyat Hong Kong". Mulai dari supremasi hukum, kebebasan, pengejaran demokrasi, kebebasan berbicara, kebebasan beragama, kebebasan berkumpul.
Lai mengatakan ia memasuki bisnis media karena berpartisipasi dalam "menyampaikan kebebasan adalah ide yang sangat bagus bagi saya... Semakin banyak Anda tahu, semakin bebas Anda". Namun, ia juga mengatakan menentang kekerasan dan bukan pendukung kemerdekaan Hong Kong, seraya menyebutnya "terlalu gila untuk dipikirkan".
(sef/luc)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
3















































