Jakarta, CNBC Indonesia - Elon Musk kerap berubah-ubah dalam mematok rencana masa depan. Seringkali Musk dinilai 'tukang bohong' lantaran perubahan visi dan misi perusahaan-perusahaan yang ia pimpin.
Misalnya saja Tesla yang sekarang ini 'berubah' menjadi perusahaan AI dan robotik, bukan lagi perusahaan yang fokus pada inovasi mobil listrik (EV). Padahal, sebelumnya Tesla sempat menggembar-gemborkan mobil listrik murah untuk memperluas pasarnya.
Terbaru, Musk mengumumkan perubahan fokus di perusahaan antariksa SpaceX. Orang terkaya di dunia itu mengatakan SpaceX akan fokus membangun kota baru di Bulan. Ia juga mengumbar janji bahwa ambisi itu akan tercapai kurang dari 10 tahun.
Sebelumnya, SpaceX lebih dikenal dengan mimpinya untuk membawa kehidupan manusia ke Mars. Musk mengatakan ambisi jangka panjang untuk membangun kota di Mars masih akan diteruskan.
"Namun, prioritas utama adalah mengamankan peradaban masa depan di Bulan dengan lebih cepat," tulis Musk dalam unggahan di X, dikutip dari Reuters, Senin (9/2/2026).
Komentar Musk sejalan dengan laporan Wall Street Journal pada pekan lalu, yang menyatakan bahwa SpaceX telah memberi tahu investor bahwa mereka akan memprioritaskan perjalanan ke Bulan. SpaceX masih akan tetap menggarap proyek di Mars, tetapi dalam jangka waktu lebih panjang.
Tak tanggung-tanggun, target yang dipatok untuk pendaratan tanpa awak di Bulan adalah Maret 2027. Pada tahun lalu, Musk sempat mengumbar misi pengiriman pesawat tanpa awak ke Mars pada akhir 2026 ini.
Sebagai informasi, AS menghadapi kompetisi yang sengit dengan China dalam hal mengirim manusia kembali ke Bulan pada dekade ini. Manusia belum pernah mengunjungi permukaan Bulan sejak terakhir kali pada misi Apollo 17 pada 1972 silam.
Kurang dari sepekan lalu, Musk juga mengumumkan akusisi SpaceX terhadap perusahaan AI miliknya, xAI. Kesepakatan itu menilai perusahaan roket dan satelitnya di angka US$1 triliun dan perusahaan AI-nya di angka US$250 miliar.
Para pendukung langkah ini melihatnya sebagai cara bagi SpaceX untuk memperkuat rencananya membangun data center berbasis ruang angkasa, yang menurut Musk lebih hemat energi daripada fasilitas di darat karena permintaan akan daya komputasi melonjak seiring dengan perkembangan AI.
SpaceX menargetkan IPO pada akhir tahun ini dan disebut-sebut bisa mengumpulkan pendanaan segar sebesar US$50 miliar. Bisa dibilang IPO ini menjadi yang terbesar sepanjang sejarah.
Baru-baru ini, Musk menanggapi seorang pengguna di X bahwa NASA akan menyumbang kurang dari 5% dari pendapatan SpaceX tahun ini. SpaceX adalah kontraktor inti dalam program bulan Artemis NASA dengan kontrak senilai US$4 miliar untuk mendaratkan astronaut di permukaan Bulan menggunakan Starship.
"Sebagian besar pendapatan SpaceX berasal dari sistem Starlink komersial," kata Musk, menanggapi komentar tersebut.
Sebelumnya, Musk juga membagikan iklan Super Bowl pertama perusahaan, mempromosikan layanan Wi-Fi Starlink-nya. Bahkan saat Musk mengarahkan kembali SpaceX, ia juga mendorong perusahaan publiknya, Tesla, ke arah yang baru.
Setelah hampir membangun pasar kendaraan listrik global, Tesla kini berencana untuk menghabiskan US$20 miliar tahun ini sebagai bagian dari upaya untuk beralih ke pengemudian otonom dan robot.
Untuk mempercepat peralihan tersebut, Musk mengatakan bulan lalu bahwa Tesla menghentikan produksi dua model kendaraan listrik di fasilitasnya di California, untuk mengalihkannya ke manufaktur robot humanoid Optimus.
(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]

4 hours ago
5
















































