Israel Diramal Kolaps, Tak Akan Bertahan Sampai 100 Tahun

5 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Israel diramal kolaps. Bahkan negeri itu tak akan mencapai umur ke-100 tahunnya di 2048.

Hal ini dikatakan pensiunan Mayor Jenderal Israel, Itzhak Brik, Minggu. Ia memperingatkan pada hari Minggu bahwa Israel dapat runtuh karena banyaknya "perpecahan internal" yang mendalam dan "keterasingan internasional" yang semakin meningkat.

Dalam sebuah artikel opini, Brik menyampaikan pernyataan tersebut melalui harian Maariv dengan judul "Israel berada di jalan menuju kehancuran, dan hanya ada satu cara untuk menyelamatkannya". Ini kemudian dimuat kembali laman Turki, Anadolu, dan laman Arab, Middle East Monitor (MEMEO).

"Ketika saya mencoba melihat ke depan, saya mendapati diri saya bertanya: akankah Negara Israel mencapai usia 100 tahun?" tulis Brik, dikutip Senin (9/2/2026).

Israel memproklamasikan diri pada tahun 1948 di tanah yang direbut oleh kelompok bersenjata Zionis, dengan melakukan pembantaian dan menggusur ratusan ribu warga Palestina. Pada tahun 1967, Israel menduduki sisa wilayah Palestina dan terus menolak penarikan pasukan dan pembentukan negara Palestina.

Brik mengatakan bahwa Israel, selama beberapa dekade, telah menjadi masyarakat yang "terkoyak dari dalam". Ini ditandai dengan "kebencian mendalam antara kelompok sosial, kanan dan kiri, dan antara Yahudi dan Arab".

"Sebuah keretakan yang meresap ke semua aspek kehidupan," tambahnya.

Merujuk pada Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu, Brik juga mengkritiknya, seraya mengatakan Israel dipimpin oleh kepemimpinan yang "memprioritaskan kelangsungan politik di atas kepentingan publik". Ia menggambarkannya sebagai "berpandangan sempit dan tanpa arah".

Mengenai kedudukan Israel di dunia, Brik mengatakan negara itu semakin dipandang secara internasional sebagai negara yang "menimbulkan rasa jijik dan penolakan". Ia menambahkan bahwa banyak warga Israel memilih untuk beremigrasi ke luar negeri.

Ia merujuk pada data yang dirilis pada 28 Januari oleh Biro Statistik Pusat Israel. Ada peningkatan 39% dalam emigrasi dari Israel ke negara lain, pada tahun 2024 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

"Ketahanan Israel terkikis di semua sektor, termasuk keamanan, ekonomi, pendidikan, perawatan kesehatan, infrastruktur, dan sains," ujarnya.

Ia menyerukan pemberdayaan generasi muda untuk mengambil alih kepemimpinan. Ia berharap anak muda bisa mengarahkan negara keluar dari krisis saat ini.

"Tantangan yang kita hadapi, mulai dari memulihkan keamanan di utara (dengan Lebanon dan Suriah) dan di selatan (dengan Gaza) hingga membangun kembali ekonomi dan hubungan internasional, membutuhkan energi yang hanya ada di antara mereka yang masih memiliki puluhan tahun kehidupan di depan mereka," tulis Brik.

Masih Bisa Lampaui 100 Tahun Jika..

Meski begitu, ia mengatakan sebenarnya Israel masih bisa menyentuh 100 tahun. Tapi, ini akan terjadi jika generasi muda berhasil mengubah keputusasaan menjadi tanggung jawab dan polarisasi menjadi kemitraan intelektual.

Selama hampir dua tahun perang genosida Israel di Gaza, para pejabat Israel telah berulang kali mengakui bahwa negara tersebut menghadapi krisis politik, keamanan, ekonomi, dan media yang serius. Kemarahan publik dan pejabat global juga meningkat atas tindakan Israel di seluruh wilayah tersebut.

Israel melancarkan perang genosida di Gaza sejak Oktober 2023, yang berlangsung hampir dua tahun, menewaskan lebih dari 72.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 171.000 lainnya. Selama periode yang sama, Israel juga melancarkan perang melawan Lebanon dan Iran pada berbagai tahap, melakukan serangan udara dan serangan darat di Suriah, melakukan serangan di Yaman, dan melakukan serangan udara di Qatar.

(sef/luc)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |