Kepala BMKG Akui Butuh Anggaran Rp2 Triliun, Ungkap Efek Dahsyatnya

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan kebutuhan anggaran sekitar Rp2 triliun untuk mengidealkan sistem radar cuaca nasional. Dana tersebut diperlukan agar Indonesia memiliki total 75 radar cuaca yang mampu menjangkau atau mengkover seluruh wilayah Tanah Air.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan, saat ini BMKG baru memiliki 44 radar cuaca tipe C-band dengan jangkauan sekitar 200 kilometer (km), serta satu radar X-band dengan jangkauan sekitar 75 km.

"Untuk radar cuaca, saat ini kita kan baru memiliki 44 radar cuaca. Itu tipenya C-band ya, dengan jangkauan kira-kira hingga 200 km lah. Dan ada satu X-band yang jangkauannya kira-kira 75 km," kata Faisal saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Menurutnya, jumlah tersebut belum cukup untuk mengkover seluruh wilayah Indonesia. BMKG menilai setidaknya dibutuhkan 75 radar cuaca agar pemantauan cuaca bisa optimal secara nasional.

"Nah, ini tentunya belum dapat mencukupi untuk menutup seluruh wilayah Indonesia. Kita memerlukan total 75 radar cuaca, agar kita nanti dapat menutup, atau mengkover semua area di Indonesia. Sehingga nanti kita dapat meningkatkan tiga hal," ujarnya.

Ia merinci, tambahan radar cuaca akan meningkatkan kemampuan prakiraan cuaca jangka sangat pendek (nowcasting), akurasi peringatan dini cuaca ekstrem, serta validasi data cuaca dari satelit, analisis berbasis kecerdasan buatan (AI), dan metode pengamatan lainnya.

Selain kekurangan jumlah, BMKG juga menghadapi persoalan usia radar. Dari 44 radar yang ada saat ini, lebih dari separuhnya telah berusia di atas 15 tahun dan perlu diremajakan secara bertahap.

"Nah, dari 44 radar cuaca yang saat ini dimiliki, itu separuhnya, atau lebih dari 22 itu, usianya sudah lebih dari 15 tahun. Nah, ini juga secara bertahap nanti kita coba untuk remajakan. Dan ini tentunya memerlukan dana," ungkap dia.

Faisal menyebut kebutuhan anggaran sekitar Rp2 triliun telah dipaparkannya kepada pemerintah, dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Bappenas, untuk mencapai kondisi ideal tersebut, mencakup pengadaan berbagai jenis radar, mulai dari X-band, C-band, hingga S-band dengan jangkauan terluas.


"Kalau anggarannya, kami sudah memaparkan juga kepada pemerintah. Itu sekitar, kita memerlukan total Rp2 triliun, untuk bisa membuat dia dalam kondisi ideal 75 radar cuaca, mulai dari X-band yang tadi jangkauannya 75 km, kemudian C-band yang jangkauannya kira-kira sampai 200 km. Hingga yang paling luas itu radiusnya, yaitu S-band yang dengan kemampuan hingga 400 km. Itu kira-kira kondisi kita saat ini," jelasnya.

Namun, pengadaan radar tersebut tidak akan dilakukan sekaligus. BMKG merencanakan penambahan secara bertahap, sekitar lima radar per tahun, agar usia peralatan tidak menua secara bersamaan dan lebih mudah dalam perawatan.

"Tapi mungkin tidak secara sekaligus dapat kita laksanakan, paling tidak tahap demi tahap, tahun demi tahun kita dapat menambah 5 radar. Tahun berikutnya juga menambah 5 radar. Agar kalau kita mengadakan sekaligus, mungkin nanti tuanya barengan. Nanti kita kesulitan juga untuk melakukan maintenance yang lain," pungkasnya.

(dce)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |