Iran Warning AS: Bakal Jadi "Vietnam" Jika Perang Darat Pecah

2 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Iran memberi peringatan terbaru ke Amerika Serikat (AS). Paman Sam disebut dapat menghadapi "Vietnam lain" lagi jika mengerahkan pasukan darat dalam perang tersebut.

Ini merujuk ke perang Vietnam tahun 1975 di mana AS mengerahkan tentaranya di sana. Alih-alih menang, AS dianggap kalah karena perlawanan sengit Saigon kala itu, ditambah medan yang sulit dan penolakan publik di dalam negeri ke Amerika.

"Baca saja apa yang terjadi di Vietnam," kata Wakil Menteri Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh dalam sebuah wawancara dengan Sky News yang diterbitkan pada hari Senin, dikutip Selasa (17/3/2026).

Pasukan Amerika, tegasnya, dapat menghadapi hasil yang serupa di Iran. Apalagi, tambahnya, Iran siap untuk terus berperang selama diperlukan dan tidak fokus pada pencarian solusi diplomatik.

"Mereka (AS) memahami bahwa mereka yang menyeret diri mereka ke dalam perang ini juga dapat menyeret mereka ke dalam rawa," tambahnya.

Sebenarnya, diplomat senior Iran itu tidak menampik kemungkinan negosiasi, tetapi mengatakan bahwa ini terserah kepada Amerika dan sekutunya untuk mengajukan proposal yang akan mengakhiri konflik secara definitif. Khatibzadeh juga menunjuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga menyeret AS ke dalam perang.

"Mereka harus berpikir dua kali ketika berurusan dengan Iran dan tidak menerima nasihat dari mereka yang tidak mengenal Iran (Israel), yang selama beberapa dekade ingin memenangkan perang melawan Iran dengan uang pajak dan darah tentara Amerika," katanya.

"Netanyahu dan rezim Israel memiliki agenda sendiri untuk menjadikan perang ini kemenangan bagi mereka dengan mengorbankan semua orang," ujarnya lagi.

Sejak Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang menewaskan sekitar 1.300 orang hingga saat ini, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ayatollah Ali Khamenei. Iran telah merespons dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.

Awal bulan ini, Mojtaba Khamenei dinyatakan sebagai penerus ayahnya, Ali Khamenei. Dalam kesempatan yang sama Khatibzadeh mengatakan bahwa Mojtaba Khamenei "sehat dan memegang kendali" meskipun belum tampil di depan umum.

(sef/sef)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |