The Fed Tak Akan Sama Lagi! Kevin Warsh Bentuk 5 Satgas Khusus

1 hour ago 1

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia

18 June 2026 12:00

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) baru saja membuat gebrakan baru dalam hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada Kamis dini hari waktu Indonesia (18/6/2026).

Dalam rapat tersebut, The Fed memutuskan untuk masih menahan suku bunga acuan (Fed Fund Rate) di kisaran 3,50%-3,75%. Keputusan ini masih sesuai dengan ekspektasi pelaku pasar yang memperkirakan The Fed belum akan mengubah kebijakan moneternya dalam pertemuan kali ini. 

Namun, pasar juga bereaksi akibat adanya perubahan arah kebijakan The Fed ke depan, terutama setelah peluang kenaikan suku bunga pad 2026 terlihat semakin besar. 

Proyeksi terbaru dari pejabat The Fed memperlihatkan sikap The Fed yang mulai bergeser lebih hati-hati dalam menyikapai kondisi inflasi harga konsumen. 

Akhirnya, harapan terhadap pemangkasan suku bunga lanjutan pada 2026 ini mulai redup. 

FOMC kali ini juga menjadi rapat perdana Kevin Warsh sebagai ketua baru The Fed. 

New U.S. Federal Reserve Chairman Kevin Warsh holds a press conference following a two-day meeting of the Federal Open Market Committee (FOMC), at the U.S. Federal Reserve in Washington, D.C., U.S. June 17, 2026. REUTERS/Eric LeeNew U.S. Federal Reserve Chairman Kevin Warsh holds a press conference following a two-day meeting of the Federal Open Market Committee (FOMC), at the U.S. Federal Reserve in Washington, D.C., U.S. June 17, 2026. REUTERS/Eric Lee Foto: REUTERS/Eric Lee

Dalam konferensi pers pertamanya, Warsh langsung memberi sinyal bahwa dia ingin membawa The Fed ke arah yang berbeda.

Warsh menegaskan bahwa The Fed harus kembali fokus pada tugas utamanya, yakni menjaga stabilitas harga. Dia juga menyampaikan pandangan yang sudah lama dia pegang, bahwa inflasi bukan sesuatu yang bisa dibiarkan begitu saja.

The Fed tidak boleh terlalu longgar membiarkan harga-harga terus naik.

Di luar soal suku bunga, ada satu bagian penting dari konferensi pers Warsh yang menarik perhatian pasar. Dia menyampaikan akan membentuk sejumlah gugus tugas atau task force untuk meninjau ulang cara kerja The Fed.

"Saya menunjuk gugus tugas di masing-masing dari lima area yang menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kebijakan moneter secara luas. Mereka akan mulai bekerja dalam beberapa pekan ke depan," ujar Warsh dalam konferensi persnya, dikutip dari Reuters, Kamis (18/6/2026).

Task Force The Fed

Biasanya, task force atau gugus tugas adalah tim kerja khusus yang dibentuk untuk membahas satu persoalan tertentu secara lebih dalam.

Tim ini biasanya tidak bekerja seperti divisi permanen. Gugus tugas dibuat untuk mengkaji masalah spesifik, mencari tahu apa yang perlu diperbaiki, lalu memberi rekomendasi kepada pembuat kebijakan.

Gugus tugas yang dibentuk Kevin Warsh akan menjadi alat untuk meninjau ulang sejumlah bagian penting di bank sentral AS. Fokusnya bukan hanya soal suku bunga, tetapi juga cara The Fed memahami ekonomi dan menyampaikan kebijakan ke publik.

Berikut lima gugus tugas yang akan dibentuk Warsh:

Dari lima gugus tugas tersebut, yang paling dekat dengan perhatian pasar adalah gugus tugas komunikasi. Sebab, selama ini pasar keuangan sangat sensitif terhadap setiap kalimat yang keluar dari The Fed.

Satu pernyataan dari ketua The Fed bisa langsung menggerakkan dolar AS, imbal hasil obligasi pemerintah AS, bursa saham, hingga mata uang negara berkembang. Karena itu, perubahan cara komunikasi The Fed bisa berdampak besar ke pasar global.

Warsh sendiri memberi sinyal bahwa The Fed di bawah kepemimpinannya bisa menjadi lebih irit bicara. Dia juga memilih tidak menyerahkan proyeksi ekonominya sendiri dalam Summary of Economic Projections atau SEP, dokumen yang memuat proyeksi ekonomi dan dot plot pejabat The Fed.

Langkah itu membuat pasar tidak mendapat sinyal langsung dari pejabat paling berpengaruh di The Fed mengenai arah suku bunga ke depan. Artinya, investor harus membaca arah kebijakan The Fed dengan lebih hati-hati.

Gugus tugas lain juga tidak kalah penting, yakni neraca yang akan melihat kembali bagaimana The Fed mengelola aset besar yang dimilikinya. Ini penting karena neraca The Fed berpengaruh terhadap likuiditas perbankan, pasar obligasi, dan operasi kebijakan moneter.

Sementara itu, gugus tugas data akan menilai apakah The Fed sudah memakai data yang cukup cepat dan relevan untuk membaca kondisi ekonomi. Ini menjadi penting karena inflasi, pasar tenaga kerja, dan harga energi bisa berubah sangat cepat.

Gugus tugas produktivitas dan lapangan kerja akan melihat dampak teknologi baru, termasuk AI. Jika teknologi membuat produktivitas naik, ekonomi bisa tumbuh lebih cepat tanpa langsung memicu inflasi. Namun, jika teknologi justru mengguncang pasar tenaga kerja, The Fed perlu memperhitungkan risikonya.

Adapun gugus tugas kerangka inflasi menjadi bagian paling penting dari agenda Warsh. Sejak awal, Warsh menegaskan bahwa The Fed harus kembali fokus menjaga stabilitas harga. Dengan gugus tugas ini, The Fed akan meninjau ulang apakah strategi lama masih cukup efektif untuk mengendalikan inflasi di tengah ekonomi yang terus berubah.

Gugus tugas ini bukan sekadar forum diskusi. Ini adalah cara Warsh untuk membangun perubahan di tubuh The Fed secara bertahap.

CNBC INDONESIA RESEARCH 

[email protected]

(evw/evw)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Kasus| | | |