Ini Peta Jalur Sempit Minyak Dunia, Malaka - Hormuz

3 hours ago 4

Kanthi Malikhah,  CNBC Indonesia

09 March 2026 12:20

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasokan minyak dunia ternyata sangat bergantung pada sejumlah jalur laut sempit yang dikenal sebagai oil chokepoints. Jalur ini menjadi titik transit utama bagi perdagangan minyak global dan memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas pasokan energi dunia.

Karena kapasitasnya terbatas dan sulit digantikan oleh rute alternatif, gangguan pada jalur ini dapat memicu gejolak pasokan energi dan lonjakan harga minyak dunia.

Berdasarkan data U.S. Energy Information Administration (EIA), sekitar 73 juta barel minyak per hari melewati berbagai jalur sempit tersebut.

Sejumlah wilayah menjadi titik transit utama dalam perdagangan energi global, mulai dari Timur Tengah hingga Asia Tenggara. Berikut oil chokepoints utama dalam perdagangan minyak dunia.

Selat Malaka

Selat Malaka terletak di antara Malaysia dan Indonesia. Jalur ini menjadi koridor utama pengiriman minyak dari Timur Tengah menuju negara-negara Asia seperti China, Jepang, dan Korea Selatan.

Terdapat sekitar 23,2 juta barel minyak per hari melewati Selat Malaka pada paruh pertama 2025. Volume tersebut setara dengan sekitar 29,1% perdagangan minyak dunia melalui jalur laut, menjadikannya chokepoint minyak tersibuk di dunia.

Selat Hormuz

Selat Hormuz juga menjadi jalur strategis dalam perdagangan minyak dunia. Selat ini menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab dan menjadi pintu keluar utama bagi ekspor minyak dari negara-negara produsen di kawasan Teluk.

Sekitar 20,3 juta barel minyak per hari melewati Selat Hormuz, atau sekitar 30% perdagangan minyak dunia melalui laut. Sebagian besar minyak yang melintasi jalur ini dikirim ke pasar Asia, termasuk China, India, Jepang, dan Korea Selatan.

Ketergantungan perdagangan minyak dunia pada sejumlah jalur laut yang sempit membuat sistem distribusi energi global cukup rentan terhadap berbagai gangguan. Konflik geopolitik, ketegangan militer, maupun hambatan operasional di jalur tersebut dapat dengan cepat mempengaruhi aliran pasokan energi ke berbagai negara.

Oleh sebab itu, oil chokepoints kerap dipandang sebagai jalur vital dalam sistem energi global. Keamanan dan stabilitas di kawasan ini menjadi sangat penting untuk memastikan kelancaran distribusi minyak dunia serta menjaga stabilitas harga energi di pasar internasional.

Kenapa Selat Hormus Jadi Jalur paling vital Minyak dunia?Foto: Infografis/Kenapa Selat Hormus Jadi Jalur paling vital Minyak dunia?/Aristya Rahadian
Kenapa Selat Hormus Jadi Jalur paling vital Minyak dunia?

(mae/mae)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Kasus| | | |