Ini Alasan Purbaya Pede APBN RI Tahan Efek Perang Iran

4 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan ketahanan fiskal Indonesia masih cukup baik di tengah guncangan global akibat perang yang berkecamuk di Timur Tengah.

Purbaya mengatakan, dari hasil simulasi yang telah Kementerian Keuangan buat, potensi krisis berkepanjangan yang disebabkan konflik lintas negara di kawasan Timur Tengah itu tak akan membuat kondisi APBN mengalami tekanan defisit alias jebol, terutama untuk menanggung beban subsidi BBM efek harga minyak naik.

"Kalau analisa kita yang ada sekarang sih masih cukup baik, jadi nggak ada masalah. Karena tax collection kita juga membaik, januari-februari kan tumbuhnya 30 persen. Itu angka yang signifikan sekali, artinya ada perbaikan yang signifikan di ekonomi dan perilaku orang-orang, pajak dan bea cukai," kata Purbaya saat ditemui usai silaturahmi dan diskusi setelah buka bersama puasa Ramadan, dikutip Rabu (4/3/2026).

Dalam kesempatan berbeda, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menegaskan bahwa struktur APBN Indonesia dirancang cukup tangguh untuk merespons gejolak global, termasuk eskalasi geopolitik yang berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dan memicu tekanan di pasar keuangan. Menurutnya, APBN didesain dengan tiga prinsip utama, yakni prudent, disiplin, dan fleksibel.

"APBN kita itu memang didesain pertama, prinsip prudent. Kemudian disiplin. Ketiga, fleksibel. Prudent dan disiplin, kita memastikan bahwa defisit kita di bawah 3 persen. Debt to GDP ratio sekitar 40 persen. Masih jauh lebih rendah dari di undang-undang 60 persen," kata Juda, Senin (2/3/2026).

Juda mengungkapkan bahwa aspek fleksibilitas memberikan ruang bagi pemerintah untuk menggunakan cadangan fiskal dalam menghadapi gejolak global, baik yang berdampak pada sisi belanja maupun penerimaan negara.

"Fleksibel artinya termasuk jika terjadi shock yang bersumber dari global. Maka ada buffer, ada cadangan fiskal yang dapat digunakan untuk memberikan bantalan terhadap gejolak-gejolak itu," ujar Juda.

(haa/haa)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |