Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, melantik 33 keuchik untuk masa bakti periode 2026-2032 di Aula Balai Kota Banda Aceh, Sabtu (7/2/2026). Waspada.id/Hulwa Dzakira
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
BANDA ACEH (Waspada.id): Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, melantik 33 keuchik untuk masa bakti periode 2026-2032 di Aula Balai Kota Banda Aceh, Sabtu (7/2/2026). Mereka merupakan hasil Pemilihan Keuchik Langsung (Pilchiksung) Serentak Banda Aceh 2025.
Sementara itu, satu keuchik dari Gampong Geuceu Komplek akan dilantik menyusul. Hal tersebut disampaikan Illiza karena masa jabatan keuchik periode sebelumnya di gampong tersebut baru berakhir pada 17 Februari 2026 dan bertepatan dengan hari libur nasional. Pelantikan dijadwalkan paling cepat pada 18 Februari 2026 atau setelahnya.
Pelantikan ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan Pemilihan Keuchik Langsung (Pilchiksung) Serentak 2025 di Banda Aceh yang semula direncanakan berlangsung di 37 gampong. Namun, tiga gampong batal melaksanakan pemilihan karena sejumlah kendala.
Kendala tersebut antara lain belum terbentuknya Tuha Peut Gampong (TPG) di Gampong Deah Glumpang, Kecamatan Meuraxa, serta hanya terdapat satu calon keuchik di Gampong Surien, Kecamatan Meuraxa, dan Gampong Lamdom, Kecamatan Lueng Bata.
Dari 34 gampong yang mengikuti Pilchiksung pada 7 Desember 2025, satu gampong, yakni Gampong Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala, sempat melakukan pemungutan suara ulang. Hal itu disebabkan perolehan suara calon keuchik tidak memenuhi kuorum, yakni 50 persen plus satu dari jumlah pemilih yang hadir.
“Pemungutan suara ulang dilaksanakan pada 11 Januari 2026 dan sudah menghasilkan keuchik terpilih,” kata Kepala DPMG Banda Aceh, Ritasari Pujiastuti, saat dikonfirmasi, Sabtu (31/1/2026).
Ritasari menambahkan, seluruh tahapan Pilchiksung Serentak Banda Aceh 2025 secara umum berjalan lancar. Proses administrasi, termasuk penerbitan Surat Keputusan (SK) keuchik, telah diselesaikan sehingga pelantikan dapat dilaksanakan sesuai jadwal.
Berdasarkan data DPMG, jumlah daftar pemilih tetap (DPT) pada Pilchiksung Serentak 2025 di 34 gampong tercatat sebanyak 59.330 orang. Dari jumlah tersebut, tingkat partisipasi pemilih mencapai 35.078 orang atau sekitar 59,12 persen.
Dalam sambutannya, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal berharap para keuchik yang dilantik dapat menjadi ujung tombak pelayanan kepada masyarakat serta mampu bersinergi dengan pemerintah kecamatan dan pemerintah kota.
“Keuchik ini adalah ujung tombak pelayanan kepada masyarakat sebagai hadimul ummah. Harapannya dapat bersinergi dan berkolaborasi, melakukan pemetaan data dan persoalan masyarakat,” ujar Illiza.
Ia juga menekankan pentingnya optimalisasi peran gampong dalam mengelola anggaran desa, khususnya melalui penguatan Koperasi Merah Putih.
“Anggaran pemerintah desa cukup besar. Fokus kita bagaimana menghidupkan Koperasi Merah Putih agar roda usaha masyarakat berjalan dengan baik dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh warga,” katanya.
Illiza turut mengucapkan selamat kepada para keuchik yang baru dilantik dan mengingatkan agar amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Saya mengucapkan selamat bertugas. Jaga amanah ini sebaik-baiknya untuk kepentingan masyarakat,” tutupnya.
Adapun 33 keuchik yang dilantik berasal dari sembilan kecamatan di Banda Aceh, yakni Baiturrahman, Kuta Alam, Meuraxa, Syiah Kuala, Lueng Bata, Kutaraja, Banda Raya, Jaya Baru, dan Ulee Kareng. (Hulwa)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.





















































