Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Senin (15/6/2026) dengan kenaikan tajam, didorong oleh penguatan saham-saham perbankan berkapitalisasi besar.
IHSG ditutup menguat 247,31 poin atau 4,12% ke level 6.254,97. Sepanjang perdagangan, indeks sempat menyentuh level tertinggi harian di 6.345,80 sebelum memangkas penguatan pada sesi 2.
Nilai transaksi mencapai Rp30,06 triliun dengan volume perdagangan 50,11 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 3,19 juta kali. Sebanyak 633 saham menguat, 133 saham melemah, dan 193 saham bergerak stagnan.
Meski terjadi aksi ambil untung pada sesi kedua, mayoritas sektor masih ditutup di zona hijau. Sektor bahan baku memimpin kenaikan dengan penguatan 7,47%, disusul sektor keuangan 4,82%, utilitas 3,87%, dan konsumen non-primer 3,76%.
Dari sisi kontributor indeks, saham-saham bank menjadi motor utama penguatan IHSG pada perdagangan hari ini.
PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi penyumbang terbesar kenaikan indeks dengan kontribusi 32,79 poin. Selanjutnya PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menyumbang 23,47 poin, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) sebesar 21,95 poin, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) sebesar 7,77 poin.
Selain sektor perbankan, sejumlah saham lain yang turut menopang laju IHSG antara lain PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) dengan kontribusi 19,51 poin, PT Capital Financial Indonesia Tbk. (CASA) sebesar 16,28 poin, PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) sebesar 10,03 poin, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) sebesar 7,31 poin, serta PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) sebesar 6,27 poin.
Sementara itu, investor asing membukukan aksi beli bersih sebesar Rp257,8 miliar di seluruh pasar pada perdagangan sesi I. Berdasarkan data Indo Premier, nilai transaksi investor asing pada sesi I mencapai Rp10,7 triliun, dengan rincian foreign buy sebesar Rp5,5 triliun dan foreign sell Rp5,2 triliun.
Secara keseluruhan, pola transaksi sesi I menunjukkan asing menyerbu saham-saham perbankan dan komoditas.
Aksi akumulasi asing paling besar terjadi pada saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) dengan nilai mencapai Rp300,8 miliar. Setelah itu, asing juga memborong saham BBCA sebesar Rp262,8 miliar dan BMRI sebesar Rp246,8 miliar.
Selain tiga saham tersebut, investor asing juga tercatat mengoleksi PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) senilai Rp126,5 miliar, PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) Rp43,1 miliar, serta PT Timah Tbk. (TINS) Rp37,9 miliar.
(mkh/mkh)
Addsource on Google

3 hours ago
1







































