Jakarta, CNBC Indonesia - Pernah menerima panggilan telepon dari nomor asing yang hanya berdering sekali lalu mati? Waspada, bisa jadi Anda sedang menjadi target modus penipuan wangiri.
Istilah wangiri berasal dari bahasa Jepang yang berarti "sekali dering dan tutup". Modus kejahatan siber yang sejatinya sudah ada sejak tahun 2000-an ini memanfaatkan rasa penasaran korban untuk menelepon kembali (call back) panggilan tak terjawab (missed call) dari nomor tak dikenal, terutama yang menggunakan kode area luar negeri.
Kerugian Berlapis: Pulsa Ludes hingga Kebocoran Data
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), yang sebelumnya bernama Kemenkominfo, mencatat kasus serupa pernah marak menghantam pelanggan operator seluler di Indonesia dengan maraknya panggilan ber-kode area +77.
Bahaya utama dari modus penipuan ini mencakup:
-
Sedot Pulsa Otomatis: Saat Anda menelepon balik, panggilan tersebut akan terhitung sebagai panggilan internasional bertarif fantastis.
-
Biaya Layanan Premium: Jika nomor yang dihubungi terhubung ke layanan premium, korbannya akan dikenakan tarif eksorbitan yang keuntungannya langsung mengalir ke kantong penipu.
-
Eksploitasi Data Pribadi: Selain kerugian finansial, nomor telepon korban berisiko dicatat dan diperjualbelikan ke jaringan kejahatan siber global.
Langkah Pencegahan dari Komdigi
Untuk menghindari jebakan wangiri, perhatikan langkah-langkah proteksi berikut:
-
Cek Kode Negara: Selalu periksa awalan nomor pada panggilan tak terjawab. Indonesia menggunakan kode +62, sementara nomor mencurigakan biasanya menggunakan kode negara asing seperti Kongo (+24) atau wilayah lainnya.
-
Jangan Panggil Balik: Jika Anda tidak mengenali nomor internasional tersebut dan tidak sedang menunggu panggilan dari luar negeri, abaikan dan jangan pernah menelepon balik.
-
Penelusuran Mandiri: Bila terlanjur penasaran, cari tahu informasi atau identitas pemilik nomor tersebut terlebih dahulu melalui mesin pencari atau aplikasi pelacak nomor telepon sebelum mengambil tindakan.
(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]

5 hours ago
2

















































