Harga CPO Bangkit dari Jurang, Ekspor Malaysia Bikin Sedih

6 hours ago 1

Salma Laiqa,  CNBC Indonesia

11 September 2026 10:52

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) bangkit pada perdagangan Jumat (11/9/2026), setelah tertekan dalam tiga sesi perdagangan sebelumnya.

Berdasarkan data Refinitiv Jumat (11/9/2026) pukul 09.00 WIB, harga CPO tercatat di posisi MYR4.939 per ton, naik sekitar 1,11% dibandingkan harga penutupan Kamis di MYR4.885 per ton.

Kenaikan pagi ini menjadi angin segar setelah CPO kemarin jatuh cukup dalam. Kontrak acuan CPO pengiriman November di Bursa Malaysia Derivatives Exchange pada Kamis ditutup melemah 81 ringgit atau 1,63% menjadi MYR4.885 per ton, sekaligus memperpanjang penurunan selama tiga sesi.

Melansir Reuters, rebound CPO pada Jumat ditopang oleh penguatan minyak kedelai Dalian dan kenaikan harga minyak mentah. Kontrak minyak kedelai teraktif di Dalian naik 0,53%. Pada saat yang sama, ringgit Malaysia melemah 0,3% terhadap dolar AS sehingga CPO menjadi relatif lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang asing.

Minyak Dunia Jadi Penopang

Harga minyak dunia melanjutkan lonjakan pada perdagangan Jumat setelah ketegangan di Timur Tengah meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan.

Pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 09.00 WIB, harga Brent tercatat US$107,90 per barel berdasarkan data Refinitiv.

Sehari sebelumnya, Kamis (10/9/2026), harga Brent ditutup di US$107,63 per barel, melonjak sekitar 6,3% dibandingkan penutupan Rabu (9/9/2026) di US$101,21 per barel. Kenaikan harga minyak mentah ini cenderung menjadi sentimen positif bagi CPO karena membuat minyak sawit relatif lebih kompetitif sebagai bahan baku biodiesel.

Untuk melihat perbandingannya, harga CPO dan Brent disetarakan ke US$ per ton. CPO dikonversi menggunakan kurs MYR/USD harian, sedangkan Brent dikonversi dengan asumsi 1 ton minyak mentah ≈ 7,33 barel.

Selisih harga CPO dan Brent menyempit dari sekitar US$514 per ton pada 3 September menjadi US$421 per ton pada 11 September. Penyempitan ini menunjukkan daya saing relatif CPO sebagai bahan baku biodiesel membaik ketika harga minyak mentah melonjak.

Ekspor Malaysia Masih Lesu

Di tengah dukungan dari kenaikan harga minyak mentah, permintaan ekspor masih menjadi tekanan bagi CPO. Reuters mencatat ekspor produk minyak sawit Malaysia sepanjang 1-10 September turun 11,7% hingga 17,5% dibandingkan periode yang sama bulan sebelumnya.

Intertek Testing Services (ITS) mencatat ekspor turun 11,7% menjadi 393.295 ton, dari 445.466 ton pada 1-10 Agustus.

Pelemahan ekspor ini menambah tekanan di tengah persediaan minyak sawit Malaysia yang pada Agustus telah mencapai level tertinggi dalam delapan bulan.

Kombinasi ekspor yang melemah dan stok yang tinggi masih membatasi ruang kenaikan CPO, meski harga minyak mentah dan minyak kedelai memberikan dukungan.

Dari sisi teknikal, analis teknikal Reuters Wang Tao memperkirakan CPO berpotensi rebound ke kisaran MYR4.964-MYR4.985 per ton setelah harga stabil di sekitar level support MYR4.876 per ton.

(slm/slm)

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |